Top Ads



Denpasar, Bali (Tim Redaksi) – Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali menyebutkan indeks harga properti komersial di Pulau Dewata mengalami tren perbaikan meski terkontraksi pada triwulan II 2026 mencapai minus 4,99 persen, setelah pada triwulan I minus lebih dalam yakni 5,85 persen.

“Penurunan harga terutama dipengaruhi oleh koreksi harga hotel dan perkantoran sewa,” kata Kepala BI Bali Achris Sarwani di Denpasar, Jumat.

- Inline Ads -

Ia menjelaskan pelemahan harga hotel disebabkan meningkatnya tekanan persaingan atau kompetisi antarpelaku usaha, serta tingginya sensitivitas wisatawan domestik terhadap tarif menginap.

Kondisi ini diperparah terkait melambatnya kunjungan wisatawan mancanegara akibat dinamika geopolitik global.

Sedangkan Indeks Permintaan Properti Komersial pada triwulan II 2026 masih mengalami kontraksi minus 5,50 persen.

Meski masih dalam zona negatif, namun ia menyebutkan kondisi ini mengalami perbaikan dibandingkan kontraksi triwulan I 2026 yang lebih dalam mencapai minus 9,27 persen.

Terjadinya penurunan permintaan disebabkan oleh penurunan pada segmen perkantoran sewa karena perubahan preferensi penyewa pada penggunaan ruang kerja yang lebih fleksibel dengan biaya yang lebih efisien.

Selain perkantoran sewa, penurunan juga pada segmen apartemen sewa karena penyewa cenderung memilih masa tinggal yang lebih singkat, dari semula 6-12 bulan menjadi satu hingga dua bulan, seiring tersedianya pilihan akomodasi lain seperti vila dan resor dengan fasilitas yang beragam.

Sementara itu, permintaan hotel menurun akibat preferensi wisatawan yang memilih menginap di vila dan resor dengan harga lebih terjangkau.

Meski begitu, ada kabar baik terutama datang dari segmen ritel sewa yang tumbuh 12,88 persen didorong masuknya gerai jaringan internasional di bidang makan dan minum serta berkaitan dengan kegiatan hobi yang mengindikasikan daya beli masyarakat Bali tetap terjaga.

Di sisi lain, pasokan properti komersial Bali tetap ekspansif dengan Indeks Pasokan Properti Komersial naik 4,39 persen didorong oleh segmen ritel sewa dan hotel.

Kondisi itu sejalan dengan kinerja Lapangan Usaha Konstruksi Provinsi Bali yang tumbuh meningkat pada triwulan II 2026.

BI Bali memproyeksi kinerja properti komersial Bali ditopang oleh perbaikan sektor pariwisata seiring masuknya periode puncak kunjungan wisatawan mancanegara, terutama dari Australia pada triwulan III 2026.

Pewarta: RedaksiEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026

- Bottom Ads -