Denpasar (Tim Redaksi) – Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan bahwa berbagai program perumahan yang dihadirkan pemerintah pusat memberikan dampak positif untuk membantu masyarakat di Pulau Dewata.
“Program ini sangat menolong masyarakat Bali, khususnya yang kurang mampu,” kata Koster dalam Rapat Koordinasi Progres Program APBN dan Non-APBN Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman di Provinsi Bali yang diikuti secara virtual.
Pernyataan Koster tersebut, menurut keterangan tertulis Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, yang diterima di Denpasar, Kamis, untuk menanggapi capaian kinerja sektor perumahan di Bali yang terus menunjukkan tren positif, termasuk tingginya realisasi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP).
Menurut dia, capaian Bali tidak hanya terlihat pada KUR Perumahan, tetapi juga pada penyaluran KUR untuk sektor lainnya.
Ia juga menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan program bedah rumah sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menyelesaikan persoalan perumahan yang menghadapi masyarakat Bali.
Kepala Balai Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Nusa Tenggara I Lilik Lastantyo Adiarso menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Bali, termasuk surat imbauan Gubernur Bali kepada seluruh bupati/wali kota se-Bali untuk mendukung percepatan program perumahan.
“Terima kasih atas dukungan Pemprov Bali,” kata Lilik dalam rapat tersebut.
Menurut dia, program bantuan perumahan di Bali terus mengalami peningkatan dari 31 unit pada 2025 menjadi target 4.184 unit pada 2026.
Dari target tersebut, sebanyak 387 unit telah rampung 100 persen meskipun Surat Keputusan (SK) penerima bantuan yang terealisasi baru mencapai 1.410 unit.
Lilik menjelaskan bahwa diperlukan langkah percepatan dalam sisa waktu sekitar tiga bulan agar pelaksanaan program dapat mencapai target yang telah ditetapkan.
Selain program bedah rumah, pemerintah juga menjalankan pembangunan rumah susun berupa satu tower di Denpasar yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pekerja seni dengan tipe 36 sebanyak 60 unit.
Dari program Kementerian PKP di luar APBN, terdapat program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau rumah subsidi dengan target tahun 2026 sebanyak 1.114 unit.
Lilik menyampaikan bahwa Bali juga mencatat realisasi Kredit Program Perumahan (KPP) yang sangat tinggi mencapai 99,9 persen dengan nilai penyaluran sekitar Rp1,003 triliun.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengapresiasi pelaksanaan KUR Perumahan di Bali yang menjadi salah satu daerah dengan penyaluran tertinggi.
Ia menyebut BPD Bali bahkan berada di posisi kedua dalam penyaluran KUR Perumahan.
Menurut Maruarar, program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat Bali karena keunggulan suku bunga KUR Perumahan yang ditetapkan 5 persen sejak awal hingga lunas.
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Tim Redaksi.
















