Top Ads

Bali baru saja diguncang gempa dengan magnitudo 5,2 pada selasa, 13 Desember 2022. Gempa susulan bahkan tercatat 62 kali masih berlangsung hingga keesokan harinya.

Frekuensi dan intensitas gempa yang cukup tinggi berdampak merusak sejumlah bangunan di Kabupaten Karangasem. Data dari BPBD setempat per Rabu pagi menyebut ada sebanyak 34 rumah warga rusak terutama dipicu fenomena geologi sehari sebelumnya.

Sebarannya teridentifikasi di beberapa kecamatan, antara lain Kubu, Manggis, Karangasem, Rendang dan Bebandem. Selain rumah rusak, BPBD Kabupaten Karangasem juga melaporkan dua orang terluka. Keduanya telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Karangasem. 

- Inline Ads -

Berdasarkan analisis BMKG, gempa bumi ini akibat aktivitas Sesar Naik Flores. Guncangan gempa yang dirasakan warga Karangasem, juga dirasakan warga di kabupaten lain, bahkan hingga mereka yang berada di Nusa Tenggara Barat.

Dalam sejarahnya, gempa berkekuatan besar seperti di atas pernah terjadi beberapa kali. Dikutip dari Tribun Bali (26 Juli 2022) , berikut sejarah gempa yang pernah terjadi di Bali;

1. ‘Gejer’ Bali

‘Gejer’ Bali merupakan gempa bumi besar yang pernah melanda Bali. Tepatnya 22 November 1816, terjadi gempa bumi Bali yang berpusat di Buleleng, Selatan, Kerajaan Buleleng.

Gempa bumi itu menelan 10.252 korban jiwa. Dalam wawancara tribun-bali.com dengan I Made Kris Adi Astra dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bali dalam diskusi 200 Tahun ‘Gejer Bali’, akhir 2015 lalu di Puri Kanginan Singaraja, dia mengatakan, gempa Bali itu masih berkaitan dengan letusan Gunung Tambora tujuh bulan sebelumnya.

“Efek letusan Tambora menyebabkan perubahan iklim yang sangat drastis, tidak ada panas, hujan terus menerus, saat gempa bumi terjadi, tanah menjadi rapuh dan diikuti air bah, ini juga diceritakan dalam Babad Buleleng dan Babad Panji Sakti,” ungkapnya kala itu.

2. Gempa tahun 1917

Pada tahun 1917 gempa bumi dahsyat mengguncang seluruh daratan Bali. Akibat gempa bumi ini tercatat korban tewas 1500 orang.

Gempa bumi ini terjadi pada pukul 06:50 waktu setempat pada tanggal 21 Januari dan diperkirakan berkekuatan 6,6 SR. Gempa ini menyebabkan kerusakan yang luas di seluruh Bali, terutama di bagian selatan pulau dan juga memicu banyak tanah longsor, yang menyebabkan 80 persen dari 1.500 korban jiwa. Ada 2.431 bangunan hancur atau rusak parah, termasuk Pura Ulun Danu Batur.

3. Gempa Bumi Seririt 14 Juli 1976

Terjadi pada 14 Juli pukul 15:13 WITA, waktu setempat dengan kekuatan 6.5. SR.

Guncangan terjadi di 5 kilometer (3,1 mi) sebelah selatan pesisir Laut Bali di Kabupaten Buleleng, dan sekitar 65 kilometer (40 mi) barat laut dari Kota Denpasar.  Episentrum gempa di daratan.

Gempa bumi Seririt menelan korban tewas sebanyak 559 orang, luka berat 850 orang dan luka ringan 3.200 orang.

Dilaporkan juga, hampir 75% dari seluruh bangunan rumah di Tabanan dan Jembrana mengalami kerusakan.

Gempa ini juga menyebabkan kehancuran total di Kecamatan Seririt, di mana sebuah bangunan sekolah runtuh dan setidaknya 200 siswa terjebak.

Empat ribu lainnya menderita luka-luka dan sekitar 450.000 menjadi tunawisma.

4. Gempa bumi Karangasem pertama

Gempa bumi Karangasem pertama dengan magnitudo 6.0 terjadi pada tanggal 17 Desember 1979, sekitar

Getaran terjadi di sebelah tenggara pantai Kabupaten Karangasem di Selat Lombok, dan sekitar 60 kilometer (37 mi) timur-timur laut Denpasar.

Gempa tersebut merusak 80 persen bangunan di Kabupaten Karangasem, membuat antara 15,000 hingga 500,000 orang mengungsi dan secara cepat memutuskan hubungan darat dengan ibu kota provinsi tersebut, Denpasar.

Korban tewas sebanyak 25 orang, 47 luka berat. Dampak gempa bumi telah menimbulkan puluhan rumah roboh dan ditemukan retakan tanah sepanjang 500 meter.

Desa Culik, Datah dan Tisla kabarnya tidak dihuni karena kerusakan akibat gempa tersebut.

5. Gempabumi Karangasem Kedua (6.2 Skala Ricter)

Gempa bumi Karangasem 2 terjadi pada tanggal 2 Januari 2004 menelan 1 korban tewas dan 33 orang luka-luka. Beberapa daerah yang mengalami kerusakan parah adalah daerah Tenganan, Dauh Tukad, Abang, Tohpati, Muncan, dan Bukit.

- Bottom Ads -