Jakarta (Tim Redaksi) – Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan Kapal Motor (KM) Camara Nusantara I untuk mengangkut 200 sapi perah bunting yang disertai dengan kesiapan transportasi, kesehatan, pakan, dan kesejahteraan ternak, guna mempercepat swasembada susu nasional.
“Rencana pengiriman 200 ekor sapi perah bunting berasal dari Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden, Jawa Tengah,” Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan Tri Melasari dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Senin.
Untuk memastikan kelancaran pengiriman ternak, Kementerian Pertanian meninjau kesiapan KM Camara Nusantara I yang dikelola PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) di Semarang, sebagai bagian dari persiapan pengadaan dan rencana pengiriman 200 ekor sapi perah bunting.
Kegiatan tersebut melibatkan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Badan Karantina Indonesia, PT Pelni, serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).
Kementan memastikan pengangkutan sapi perah bunting dilakukan dengan persiapan yang matang. Selain kapasitas kapal, pemerintah memperhatikan ketersediaan pakan dan air minum, ventilasi, alas ternak, tenaga pemelihara, hingga pendampingan dokter hewan selama perjalanan.
Tri mengatakan kesiapan sarana transportasi merupakan bagian penting dalam mendukung pengembangan populasi sapi perah nasional. Keberhasilan pengiriman tidak hanya diukur dari sapi yang tiba di lokasi tujuan, tetapi juga dari kondisi ternak selama perjalanan.
Dalam tahap persiapan, seluruh pihak akan berkoordinasi untuk menetapkan trayek dan pelabuhan, menyusun standar operasional prosedur (SOP) pengangkutan, membagi tanggung jawab masing-masing pihak, serta melakukan simulasi proses muat dan bongkar ternak.
“Rute Baturraden–Semarang–Bajoe–Bone menjadi salah satu opsi yang dikaji untuk rencana pengiriman,” beber Dani.
Perjalanan normal diperkirakan membutuhkan waktu sekitar lima hingga enam hari. Namun, kebutuhan pakan, air, obat-obatan, dan operasional akan disiapkan untuk sedikitnya delapan hari sebagai langkah antisipasi.
Pewarta: Muhammad HariantoEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Tim Redaksi.















