Top Ads



Jakarta (Tim Redaksi) – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga 8 Agustus 2026 telah mencapai 610,3 ribu sebagai upaya menjaga stabilitas harga beras dan memperkuat pasokan di masyarakat.

“Salah satu dukungan utama intervensi harga pangan dilakukan melalui penyaluran beras SPHP. Per 8 Agustus 2026, realisasinya telah mencapai 610,3 ribu ton atau 73,71 persen dari target 828 ribu ton,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Bapanas Kelik Budiana dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Selasa.

- Inline Ads -

Ia mengatakan hal itu dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta.

Perum Bulog menyalurkan beras SPHP berdasarkan penugasan Bapanas untuk menjaga stabilitas harga beras, lanjutnya. Distribusi dilakukan dalam kemasan 5 kilogram dengan kualitas beras medium yang memiliki tingkat pecahan sekitar 25 persen serta kadar air 14 persen sesuai standar pemerintah.

“Bahkan kini disiapkan kemasan 2 kg,” ujar dia.

Beras SPHP dijual sesuai dengan HET, yaitu Rp12.500 per kilogram untuk zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, Sulawesi), Rp13.100 per kilogram untuk zona 2 (Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, Kalimantan), dan Rp13.500 per kilogram untuk zona 3 (Maluku, Papua).

Penyaluran beras SPHP pada 2026 dilakukan sepanjang tahun tanpa jeda, berbeda dengan pola tahun sebelumnya yang bersifat berkala mengikuti kondisi puncak panen demi menjaga harga di tingkat petani.

Pewarta: Muhammad HariantoEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026

- Bottom Ads -