Top Ads



Denpasar (Tim Redaksi) – Gubernur Bali Wayan Koster memastikan dengan masuknya stok terbaru maka ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax di Provinsi Bali dalam kondisi aman serta mencukupi kebutuhan masyarakat hingga dua pekan ke depan.

“Yang pertama ingin di-clear-kan ketersediaan BBM Pertalite dan Pertamax itu ada sampai dua minggu ke depan,” ucap Gubernur Koster usai pertemuan dengan Direktur Utama Pertamina di Denpasar, Selasa.

- Inline Ads -

Kepastian tersebut disampaikan menanggapi ramainya antrean kendaraan bermotor milik warga di berbagai SPBU di Bali beberapa hari terakhir.

Pemprov Bali bersama Pertamina kemudian mengambil langkah penanganan komprehensif guna memulihkan distribusi BBM bagi masyarakat di Pulau Dewata.

Pasokan energi tersebut mulai berdatangan secara bertahap melalui kapal tanker yang bersandar langsung di depo terminal Manggis serta Sanggaran pada hari ini dengan muatan masif.

Gubernur Koster menjabarkan, pengiriman hari ini mencakup bahan bakar jenis Pertalite sebanyak 19,2 juta liter yang diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan konsumsi harian masyarakat selama enam hingga tujuh hari ke depan.

Selanjutnya terdapat pula pasokan bahan bakar jenis Pertamax sebanyak 3 juta liter yang siap memenuhi kebutuhan masyarakat Bali untuk tiga hari ke depan.

Rangkaian pasokan terjadwal secara berkala juga akan kembali tiba berturut-turut pada tanggal 15, 16, hingga 17 Oktober dengan muatan Pertalite mencapai 25 juta liter.

Koster menilai tambahan pasokan muatan besar tersebut memadai untuk menjamin ketersediaan stok Pertalite yang mencukupi kebutuhan normal hingga 10 hari ke depan.

Ketersediaan bahan bakar jenis Pertamax juga akan mendapat tambahan pasokan signifikan yang dijadwalkan tiba pada 13 dan 17 Oktober sebanyak 13 juta liter.

Jumlah tambahan muatan Pertamax tersebut dipastikan mencukupi kebutuhan konsumsi harian masyarakat Bali secara berkelanjutan selama 10 hingga 11 hari ke depan.

“Apa artinya, bahwa stok minyak BBM Pertalite dan Pertamax itu tersedia bisa mencukupi kebutuhan melebihi kebutuhan yang normal di Provinsi Bali ini,” ujar Koster menegaskan.

Pola kedatangan pasokan BBM yang berkesinambungan sebelum stok terdahulu habis menurutnya menjadi jaminan utama bahwa ketersediaan BBM di Bali berada dalam status sangat aman.

Pemprov Bali menjadikan wilayah perkotaan yang meliputi Kota Denpasar dan Kabupaten Badung sebagai fokus perhatian utama mengingat tingkat mobilitas serta volume kebutuhan konsumsi energi yang jauh lebih tinggi.

Total keseluruhan titik penyedia layanan pengisian bahan bakar di dua wilayah prioritas tersebut mencakup 92 unit SPBU yang tersebar merata di berbagai titik strategis.

Rincian sebaran titik layanan tersebut terdiri atas 54 unit SPBU di Denpasar serta 38 unit lainnya beroperasi di Kabupaten Badung.

Seluruh stasiun pengisian bahan bakar pada wilayah prioritas tersebut akan mulai dioperasikan secara penuh selama 24 jam mulai malam hari ini secara bertahap.

“Ini akan dioperasikan selama 24 jam penuh mulai malam ini, tetapi tidak bisa langsung karena perlu persiapan juga, tenaga dan sebagainya,” kata Koster.

Kapasitas armada pengangkut dari depo menuju berbagai stasiun pengisian juga ditambah dari kondisi normal sebanyak 90 unit kendaraan menjadi 105 unit armada pengangkut.

Penambahan armada sebanyak 15 unit kendaraan tersebut bertujuan mempercepat proses rotasi pengiriman agar pasokan di setiap stasiun pengisian dapat segera terisi tanpa kendala.

Gubernur Koster menyampaikan kelancaran jalur distribusi darat dari depo menuju stasiun pengisian turut diperkuat melalui koordinasi intensif bersama jajaran Polda Bali guna menghindari hambatan lalu lintas.

Dukungan pengawalan aparat kepolisian ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh distribusi sehingga pasokan BBM dapat segera sampai di lokasi tujuan dengan aman dan tepat waktu.

Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026

- Bottom Ads -