Top Ads



Denpasar (Tim Redaksi) – Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Bali atas kendala antrean bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di berbagai SPBU dalam beberapa hari terakhir.

“Pertama-tama atas nama PT Pertamina Persero, saya selaku direktur utama menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya khususnya bagi warga Bali atas kejadian antrean yang beberapa hari ini kita alami bersama, khususnya di SPBU-SPBU yang berada di wilayah Bali,” kata Simon usai rapat bersama Gubernur Bali di Denpasar, Selasa.

- Inline Ads -

Ia menjelaskan bahwa kendala distribusi tersebut dipicu oleh kendala teknis pada salah satu kapal pengangkut saat proses bongkar muat logistik BBM.

Menurutnya, gangguan pada bagian jangkar kapal membuat jadwal sandar dan bongkar muat yang semula direncanakan pukul 06.30 pada Senin (12/10) menjadi mundur hingga sekitar pukul 22.00 Wita.

Selain itu, ia juga mengakui adanya faktor peningkatan konsumsi masyarakat Bali terhadap produk BBM bersubsidi akibat disparitas harga yang cukup jauh di pasaran.

Lonjakan porsi penggunaan BBM bersubsidi tersebut turut mempengaruhi dinamika ketersediaan di tingkat penyaluran bawah.

“Ya, tentunya memang salah satu karena Pertalite ya, itu kan yang subsidi, jadi ada porsi peningkatan penggunaan BBM bersubsidi tapi sekali lagi ini hanya salah satu faktor dan tentunya kita harus melihat secara keseluruhan,” kata Simon.

Meski demikian, PT Pertamina menegaskan bahwa berbagai kendala teknis maupun faktor peningkatan konsumsi tidak menjadi alasan pembenaran atas kelangkaan BBM yang dirasakan masyarakat Bali.

Sebagai tindak lanjut, perseroan bersama Pertamina Patra Niaga langsung mengeksekusi sejumlah langkah penanganan bersama Pemprov Bali.

Adapun langkah pertama yang dijalankan adalah meningkatkan pasokan pengiriman dari armada kapal yang ada serta melakukan peninjauan langsung ke lokasi penyandaran kapal tanker.

Selanjutnya, PT Pertamina mempercepat proses distribusi BBM dari seluruh depo pengisian menuju ke masing-masing jaringan SPBU.

Upaya penguraian antrean juga dilakukan dengan mengubah operasional sejumlah SPBU strategis menjadi pelayanan penuh selama 24 jam.

Layanan 24 jam tersebut kini telah diberlakukan di wilayah Denpasar dan Badung, serta akan segera menyusul di Kabupaten Tabanan dan Gianyar dalam satu hingga dua hari ke depan.

Simon menyampaikan seluruh rangkaian langkah cepat ini diarahkan untuk menjamin kecepatan distribusi serta menenangkan masyarakat agar tidak perlu merasa khawatir.

Seluruh SPBU juga telah diinstruksikan agar memasang pengumuman yang menginformasikan ketersediaan stok serta status operasional 24 jam.

Dengan transparansi informasi tersebut, masyarakat Bali diharapkan dapat memantau ketersediaan pasokan secara langsung dan mengatur waktu pengisian bahan bakar dengan lebih tenang.

Menurut Simon, upaya perbaikan ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang selalu menekankan pentingnya kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, pesan dari Danantara bagi seluruh BUMN untuk melayani dengan sepenuh hati juga menjadi landasan utama perbaikan layanan energi ke depan.

“Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada kami, kami akan terus berusaha untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026

- Bottom Ads -