Top Ads



Denpasar (Tim Redaksi) – Program kredit prioritas pemerintah mendongkrak pemerataan ekonomi usaha mikro kecil (UMK) di Bali dengan realisasi kucuran pembiayaan mencapai Rp9,46 triliun per Agustus 2026.

“Realisasi itu tumbuh 34,47 persen secara tahunan,” kata Kepala Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Bali Supendi di Denpasar, Jumat.

- Inline Ads -

Tak hanya jumlah penyaluran, kata dia, jumlah debitur juga tumbuh 6,8 persen menjadi 106.274 debitur yang mendapatkan kredit program prioritas pemerintah itu.

Ia menjelaskan ada empat skema kredit prioritas pemerintah yaitu kredit usaha rakyat (KUR), kredit program perumahan (KPP), pembiayaan ultra mikro (UMi) dan kredit usaha alat pertanian (KUA).

Supendi merinci realisasi KUR di Bali mencapai Rp8,48 triliun yang dikucurkan kepada 96.726 debitur.

Kemudian KPP diserap oleh 2.274 debitur dengan realisasi penyaluran mencapai Rp920 miliar, pembiayaan ultra mikro mencapai Rp49 miliar kepada 7.268 nasabah dan kredit KUA mencapai Rp4,6 miliar kepada enam debitur.

Ia menjelaskan, nominal kredit itu paling banyak diserap sektor perdagangan besar dan eceran mencapai hampir 32 persen, kemudian pertanian dan kehutanan sebesar 20,38 persen, jasa kemasyarakatan sosial, budaya dan hiburan 13,3 persen, industri pengolahan (13 persen) dan akomodasi penyediaan makan dan minum sebesar 10,52 persen.

Sedangkan sebaran debitur terbanyak di Bali berada di Kabupaten Buleleng mencapai 19.326 debitur UMK dengan nilai penyaluran mencapai Rp1,1 triliun.

Terbesar kedua di Kota Denpasar mencapai 13.479 debitur dengan nominal terbesar yaitu Rp1,65 triliun.

Selanjutnya di Gianyar sebanyak 13.445 debitur dengan nominal Rp1,3 triliun, Kabupaten Karangasem diakses oleh 12.678 debitur sebesar Rp995 miliar, dan Kabupaten Badung ada 11.864 debitur dengan nominal penyaluran Rp1,38 triliun.

Dengan realisasi penyaluran kredit prioritas sebesar Rp9,46 triliun per Agustus 2026 itu menempatkan Provinsi Bali pada posisi keenam penyaluran terbesar di seluruh Indonesia.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026

- Bottom Ads -