Badung (Tim Redaksi) – Pemkab Badung, Bali mulai proyek Jalan Lingkar Selatan (JLS) dan Shortcut Berawa–Umalas–Kedampang–Teuku Umar untuk mengatasi kemacetan khususnya di kawasan pariwisata.
“Kami optimistis kehadiran infrastruktur JLS akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan mendongkrak nilai kawasan di sekitarnya,” ujar Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Mangupura, Senin.
Ia mengatakan pengembangan koridor di Kecamatan Kuta Selatan dan Kuta Utara dirancang untuk membentuk jaringan jalan yang saling terhubung.
Untuk itu pihaknya merancang pembangunan JLS dan Shortcut Berawa–Umalas–Kedampang–Teuku Umar Barat dengan total anggaran mencapai Rp2,9 triliun.
Menurut dia, infrastruktur tersebut akan menghadirkan jalur alternatif, mengurangi beban lalu lintas pada ruas utama, serta meningkatkan akses menuju kawasan permukiman, pusat pelayanan publik, destinasi pariwisata, dan sentra pertumbuhan ekonomi.
Bupati Adi Arnawa menjelaskan pembangunan infrastruktur strategis di wilayah Badung Selatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2026–2027.
Tahap awal meliputi pembangunan Jalan Lingkar Selatan serta penataan Simpang Siligita dengan total panjang jalan mencapai 10,89 kilometer, kemudian pembangunan Jalan Semer-Teuku Umar Barat dengan total panjang jalan mencapai 4,77 kilometer, dan total anggaran Rp2,9 triliun lebih.
Ia menambahkan seluruh pembangunan jalan ini telah melalui tahapan studi kelayakan (FS) serta penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar penetapan trase dan tipikal jalan.
Proses penetapan lokasi dan pengadaan tanah juga dilaksanakan melalui musyawarah mufakat, dengan tetap menjunjung tinggi hak-hak masyarakat pemilik lahan serta mengedepankan prinsip keadilan.
“Sehingga kalau ini sudah dibuat, berarti kondisi wilayah Bandung secara umum, sudah dilintasi oleh jalan-jalan besar. Sehingga saya yakin sekali, daya dukung pariwisata kita akan semakin meningkat,” tambah Bupati Adi Arnawa.
Pewarta: Naufal Fikri Yusuf/Rolandus NampuEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Tim Redaksi.
















