Top Ads

Tabanan – Dukungan terhadap pelestarian adat, agama, tradisi, dan budaya kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., hadir dalam Upacara Pemelaspasan Bangunan Bale Kidung, Bale Pawedan, Bale Manik Galih, Gedong Simpen, Penyengker, serta sejumlah bangunan lainnya di Pura Puseh, Desa Adat Buahan, Kecamatan Tabanan, Minggu (7/9). Prosesi ini juga dirangkaikan dengan upacara Mendem Dasar dan dihadiri anggota DPRD Tabanan, Sekda, pimpinan perangkat daerah, Bendesa Adat, tokoh masyarakat, serta krama desa setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya mengapresiasi upacara Dewa Yadnya ini sebagai wujud nyata merestorasi bangunan suci. Ia menilai karya arsitektur yang dihasilkan masyarakat Buahan sangat agung, sarat nuansa klasik khas Bali, dan menjadi kebanggaan tersendiri. “Suasananya agung pisan, klasik pisan. Tidak salah semeton Desa Adat Buahan memiliki arsitek dan undagi hebat-hebat, sehingga tercipta gaya Bali klasik yang luar biasa,” ungkap Sanjaya.

Lebih jauh, Bupati asal Dauh Pala tersebut menegaskan bahwa gotong royong masyarakat Buahan adalah bukti komitmen dalam menjaga tradisi. Ia juga mengingatkan bahwa Desa Buahan memiliki nilai sejarah penting sebagai cikal bakal Kota Tabanan. “Desa Buahan selalu disebut-sebut sebagai asal mula kota Tabanan. Karena itu, tiang hadir hari ini untuk ngupasaksi yadnya ini. Banggalah kita sebagai warga Buahan, karena memiliki warisan budaya adiluhung yang hingga kini tetap terjaga,” tegasnya.

- Inline Ads -

Sementara itu, Bendesa Adat Buahan, I Wayan Muliada, menyampaikan bahwa puncak rangkaian upacara jatuh pada 7 September 2025 dengan melibatkan gotong royong 635 KK. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan jajaran yang telah memberikan dukungan, baik moril maupun materiil, sehingga pembangunan dan pelestarian di desa dapat berjalan lancar.

- Bottom Ads -