Tabanan – Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., bersama Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, didampingi Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, bersama Ny. Budiasih Dirga, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran kepala perangkat daerah, serta pegawai di lingkungan Pemkab Tabanan melaksanakan persembahyangan serangkaian Purnama Sasih Ketiga di Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan, Minggu (7/9).
Kehadiran jajaran Pemkab Tabanan ini menjadi wujud sradha bakti pemerintah daerah kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Selain sebagai momentum spiritual, kegiatan tersebut juga dimaknai sebagai upaya menjaga keharmonisan antara pemerintah, masyarakat, dan alam semesta, sejalan dengan ajaran Tri Hita Karana.
Rangkaian acara diawali dengan mesandekan, dilanjutkan prosesi memberi makan ikan dan pelepasan burung sebagai simbol keseimbangan hubungan manusia dengan alam. Selanjutnya, rombongan melakukan mesucian di beji, sembahyang di Pura Beji, hingga prosesi utama di Utama Mandala. Dengan penuh kekhusyukan, Bupati Sanjaya bersama jajaran, pemedek, dan masyarakat melaksanakan persembahyangan bersama, yang kemudian dilanjutkan di Jaba Tengah.
Pura Luhur Batukau sendiri merupakan salah satu Kahyangan Jagat di Bali yang berstana pada Dewa Mahadewa, penguasa Gunung Batukau. Pura ini juga menjadi bagian dari Sad Kahyangan Jagat, enam pura utama di Bali yang diyakini sebagai pancer spiritual umat Hindu. Dengan suasana hutan asri dan udara sejuk pegunungan, Pura Batukau tidak hanya menjadi pusat pemujaan, tetapi juga simbol harmonisasi manusia, alam, dan Tuhan.

Melalui pelaksanaan Piodalan Purnama Sasih Ketiga ini, Bupati Sanjaya menegaskan pentingnya melestarikan tradisi, adat, agama, dan budaya sebagai warisan leluhur yang harus dijaga bersama. Persembahyangan bersama di Pura Luhur Batukau diharapkan membawa kerahayuan jagat, keselamatan, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, khususnya di Tabanan dan Bali pada umumnya.
















