Gianyar, Bali (Tim Redaksi) – DPRD Kabupaten Gianyar, Bali, menekankan Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Raperda APBD) Tahun 2027 diarahkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar dan layanan publik.
“APBD 2027 mencerminkan instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat, penyediaan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta penguatan ekonomi masyarakat,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gianyar I Made Suteja pada Rapat Paripurna DPRD Gianyar, Bali, Senin.
Sebanyak empat fraksi di DPRD Kabupaten Gianyar yang menyampaikan pandangan umum terhadap Raperda APBD 2027 itu menerima rancangan itu dan dilanjutkan ke tahap pembahasan berikutnya.
Namun, legislatif mendorong kebijakan anggaran yang efektif, efisien, tepat sasaran, serta mampu mendukung percepatan pembangunan dan kesejahteraan.
Adapun empat fraksi itu, di antaranya mendorong agar anggaran tetap berpihak kepada masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar, peningkatan kesejahteraan, dan pemerataan pembangunan.
DPRD Gianyar meminta agar pembangunan jalan di perdesaan perlu mendapat perhatian agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.
Kemudian, pentingnya perbaikan jaringan irigasi, rehabilitasi sekolah rusak, serta kepastian penyelesaian pembangunan dan peningkatan jalan pada 2027.
Tak hanya itu, para wakil rakyat itu juga meminta langkah dan strategi peningkatan PAD dari sektor pariwisata, retribusi dan pengelolaan aset daerah, serta komitmen pemerintah dalam menjaga efisiensi belanja dan mencegah kebocoran anggaran.
Selanjutnya, DPRD meminta optimalisasi penerimaan opsen pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor, serta alokasi anggaran untuk mengatasi kemiskinan, pengangguran, dan persoalan pendidikan serta kesehatan.
Sementara itu, Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun menyatakan eksekutif mendorong intensifikasi sumber pendapatan di luar pajak daerah, di antaranya dari retribusi daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan.
“Perencanaan pendapatan mempertimbangkan potensi riil daerah, realisasi tahun sebelumnya dan perkembangan ekonomi,” ucapnya.
Dalam Raperda APBD 2027, Pemkab Gianyar menargetkan pendapatan daerah senilai Rp3,75 triliun, terdiri atas pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp2,47 triliun dan pendapatan transfer Rp1,27 triliun.
Adapun PAD itu ditargetkan naik sebesar Rp81,5 miliar atau 3,40 persen dibandingkan APBD 2026.
Sedangkan belanja daerah direncanakan sebesar Rp3,69 triliun, terdiri atas belanja operasi Rp2,62 triliun, belanja modal Rp707,67 miliar, belanja tidak terduga Rp8,5 miliar, dan belanja transfer Rp354,3 miliar.
Dengan struktur tersebut, Rancangan APBD Gianyar 2027 diproyeksikan mengalami surplus sebesar Rp60,8 miliar.
Surplus tersebut selanjutnya digunakan untuk menutup pembiayaan netto yang diproyeksikan minus dalam jumlah yang sama.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Tim Redaksi.
















