Top Ads



Denpasar (Tim Redaksi) – Kantor Staf Kepresidenan (KSP) dan PT BIBI Panji Sakti membahas persiapan pembangunan bandara di Kabupaten Buleleng melalui komitmen perusahaan telah menyiapkan investasi sekitar Rp50 triliun untuk proyek pembangunan Bandara Internasional Bali Utara.

Direktur Utama PT BIBU Panji Sakti Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo dalam keterangannya di Denpasar, Rabu, mengatakan pembahasan bersama Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mencakup sejumlah aspek yang berkaitan dengan kesiapan pembangunan.

- Inline Ads -

Mulai dari konstruksi, desain, pendanaan hingga berbagai kebutuhan teknis menjadi bagian dari pembahasan. “Kami siap 1.000 persen,” kata Erwanto.

Menurut dia, PT BIBU telah mempersiapkan berbagai aspek yang diperlukan untuk memasuki tahap pembangunan. Perusahaan kini menunggu keputusan pemerintah mengenai dimulainya proyek tersebut.

“Kami siap 1.000 persen untuk memulai pembangunan setelah Presiden meresmikan dimulainya pembangunan Bandara Internasional Bali Utara atau groundbreaking,” ujarnya.

Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut setelah para penglingsir (tokoh) puri se-Bali, tokoh masyarakat Kubutambahan dan Buleleng serta sejumlah tokoh forum silaturahmi keraton Nusantara menyampaikan aspirasi pembangunan Bandara Internasional Bali Utara kepada Dudung pada 17 Juli 2026.

Saat itu, Dudung menyatakan KSP akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.

Aspirasi tersebut sebelumnya dikaitkan dengan komitmen Prabowo yang disebut disampaikan kepada para penglingsir Bali pada 13 Februari 2024 ketika masih menjabat Menteri Pertahanan.

Setelah Prabowo menjadi Presiden, rencana pembangunan Bandara Bali Utara kembali mendapat perhatian.

Proyek tersebut juga tercantum dalam kerangka RPJMN 2025-2029 melalui Perpres Nomor 12 Tahun 2025.

Erwanto menjelaskan PT BIBU menyatakan proyek Bandara Internasional Bali Utara tidak dirancang menggunakan APBN maupun APBD.

Pembiayaan disebut berasal dari investasi swasta dan konsorsium internasional.

Nilai investasi yang selama ini disampaikan berada di kisaran 3 miliar dolar AS atau sekitar Rp50 triliun.

Dengan nilai investasi tersebut, kata dia, kepastian pemerintah menjadi faktor penting bagi investor. Kepastian lokasi, regulasi, tahapan pembangunan, perizinan dan jadwal pelaksanaan diperlukan agar investasi dapat segera bergerak.

Erwanto menegaskan PT BIBU tidak ingin sekadar menagih janji pembangunan.

“Kami tidak datang hanya untuk menagih janji. Kami datang untuk menunjukkan kesiapan. Kalau keputusan pemerintah sudah jelas dan Presiden menyatakan pembangunan dimulai, kami siap bergerak,” katanya.

Salah satu konsep yang ditawarkan PT BIBU adalah pembangunan bandara di kawasan lepas pantai atau offshore Kubutambahan, Buleleng.

Kajian North Bali International Airport yang disusun Airport Kinesis Canada sebelumnya mengevaluasi sejumlah alternatif lokasi di Bali Utara dan sekitarnya.

Dalam matriks penilaian kajian tersebut, kata dia, alternatif Kubutambahan offshore memperoleh skor kumulatif 5. Sejumlah alternatif darat berada pada kisaran 28 hingga 36.

Aspek sosial menjadi salah satu pertimbangan. Untuk alternatif Kubutambahan darat, kajian mencatat 1.479 rumah dan 21 lahan pertanian dalam simulasi terdampak.

Sementara alternatif Kubutambahan offshore mencatat nol rumah dan nol lahan pertanian yang perlu dibebaskan.

PT BIBU menilai konsep tersebut dapat mengurangi dampak terhadap permukiman, lahan produktif serta situs budaya masyarakat Bali.

“Tidak ada pura yang dikorbankan, tidak ada pemukiman penduduk yang digusur, dan tidak ada sawah maupun kebun produktif yang dialihkan fungsinya,” kata Erwanto.

Meski demikian, konsep pembangunan offshore tetap membutuhkan kajian teknis dan lingkungan serta harus melalui seluruh proses penetapan lokasi dan perizinan pemerintah.

Dalam pertemuan dengan PT BIBU, Dudung didampingi Staf Khusus Bidang Infrastruktur Bayu Priawan Djokosoetono.

Dari PT BIBU hadir Erwanto bersama sejumlah komisaris dan direksi, antara lain Komisaris Duta Besar Eddi Hariyadhi, Duta Besar Prof. Dr. Imron Cotan dan Direktur Dr. Nyoman Shuida.

Pewarta: Rolandus NampuEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026

- Bottom Ads -