Top Ads



Denpasar (Tim Redaksi) – Badan Pusat Statistik (BPS) Bali menemukan fenomena baru yaitu pertumbuhan ekonomi bukan didominasi oleh pertumbuhan lapangan usaha akomodasi dan makanan-minuman seperti biasanya.

Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan di Denpasar, Rabu, mengatakan pada triwulan II 2026 ekonomi Bali secara tahun ke tahun tumbuh 5,78 persen namun yang mendominasi sumber pertumbuhan adalah sektor konstruksi sebesar 0,82 persen.

- Inline Ads -

“Ini sedikit berbeda dengan triwulan-triwulan sebelumnya, kalau sebelumnya penyumbang tertinggi biasanya akomodasi & makanan-minuman, sekarang 0,82 disumbangkan oleh konstruksi, selanjutnya 0,82 persen juga disumbangkan oleh administrasi pemerintahan, 0,79 persen disumbangkan oleh perdagangan besar dan eceran, kemudian 0,77 persen disumbangkan oleh lapangan usaha pertanian, baru 0,74 persen disumbangkan oleh akomodasi dan makanan-minuman,” ujarnya.

Agus Gede membandingkan kondisi triwulan II 2026 ini dengan triwulan I 2026 di mana 1,21 persen dari pertumbuhan ekonomi saat itu (5,58 persen) disumbang oleh sektor akomodasi, bahkan di triwulan II 2025 sebesar 2,57 persen dari pertumbuhan 5,95 persen dari lapangan usaha akomodasi.

“Kenapa mengecil, karena angka pertumbuhannya jauh lebih rendah dibandingkan dengan lapangan usaha-lapangan usaha yang lainnya, jadi triwulan II ini akomodasi tumbuhnya cuma 3 persen, sementara yang lainnya itu tumbuhnya jauh lebih tinggi dari itu,” tutur Kepala BPS Bali itu.

Meski sektor tersebut tidak mendominasi pertumbuhan, Agus Gede melihat setidaknya pada April-Juni 2026 ini ekonomi Bali tumbuh lebih baik dari Januari-Maret.

Berdasarkan perhitungan BPS, di triwulan II 2026, ekonomi Bali secara tahun ke tahun tumbuh 5,78 persen, PDRB Bali telah mencapai Rp47,34 triliun.

Jika dibandingkan dengan triwulan I 2026 ekonomi Bali mengalami pertumbuhan sebesar 6,91 persen, dan secara kumulatif Januari-Juni 2026 dibanding periode yang sama tahun 2025 tumbuh 5,68 persen.

“Kalau ekonomi kita di triwulan II ini tumbuh cukup baik, lebih cepat atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan I yang lalu, sekarang kita tumbuh 5,78 persen,“ ucapnya.

Meski sektor akomodasi & makan minum pertumbuhannya cenderung lambat, lapangan tersebut tetap tumbuh berbeda dengan sektor transportasi dan pergudangan.

Agus Gede menyebut lapangan usaha satu itu mengalami kontraksi 0,64 persen, ini terjadi baik pada angkutan penumpang maupun barang yang menggunakan moda transportasi udara maupun laut.

 

Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026

- Bottom Ads -