Banyuwangi (Tim Redaksi) – Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) mengapresiasi PT ASDP Indonesia Ferry telah mengimplementasikan penuh sterilisasi pelabuhan penyeberangan Ketapang (Banyuwangi)-Gilimanuk (Bali) menjadi bagian dalam upaya memperkuat tata kelola pelabuhan.
“Ini merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan ketertiban kawasan operasional serta memperkokoh sistem keselamatan transportasi penyeberangan nasional (Ketapang-Gilimanuk),” kata Ketua Umum Gapasdap Khoiri Soetomo dalam keterangannya di Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa implementasi penuh sterilisasi pelabuhan oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tidak boleh dimaknai hanya sebagai pelaksanaan regulasi atau penataan fisik kawasan pelabuhan.
Menurut Khoiri, sterilisasi pelabuhan bukanlah tujuan akhir, namun menjadi instrumen untuk membangun budaya keselamatan dan keberhasilannya bukan pula diukur dari banyaknya pagar, portal atau pembagian zona yang dibangun, melainkan dari tumbuhnya kesadaran dan disiplin seluruh insan transportasi dalam menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama.
Pelabuhan Ketapang dipilih sebagai lokasi pelaksanaan go live sterilisasi pelabuhan, lanjut dia, bukan sekadar karena merupakan salah satu penyeberangan tersibuk di Indonesia.
“Lebih dari itu, Ketapang memiliki makna historis yang sangat besar dalam perjalanan keselamatan transportasi penyeberangan nasional,” kata dia.
Selama puluhan tahun, kata Khoiri, lintasan Ketapang-Gilimanuk menjadi urat nadi konektivitas Pulau Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara.
Namun, di balik peran strategis tersebut, lintasan ini juga menyimpan catatan panjang berbagai musibah pelayaran yang menjadi pelajaran berharga bagi seluruh insan transportasi.
Khoiri menyebutkan berdasarkan catatan yang dihimpun dari perjalanan operasional lintasan Ketapang-Gilimanuk telah terjadi sejumlah kecelakaan kapal penyeberangan, di antaranya LCT Kaltim Mas II pada tahun 1994, LCT Trisila Bhakti pada 1995, KMP Citra Mandala Bhakti pada tahun 2000, KMP Rafelia II pada tahun 2016, KMP Yunicee pada tahun 2021 dan KMP Tunu Pratama Jaya pada tahun 2025.
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Tim Redaksi.
















