Denpasar (Tim Redaksi) – Strategi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi (4K) yang dijalankan Bank Indonesia dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dapat mengendalikan tekanan inflasi di Bali yang per Mei 2026 menyentuh 2,99 persen.
“Realisasi itu tetap berada dalam rentang sasaran inflasi sebesar 1,5 hingga 3,5 persen,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Achris Sarwani di Denpasar, Bali, Senin.
Ia menjelaskan strategi menggandeng lintas sektor itu salah satunya dilakukan melalui pasar murah khususnya menjelang hari besar keagamaan dan musim libur sekolah agar memastikan keterjangkauan harga, pasokan dan distribusi barang.
Kerja sama antardaerah juga dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan sehingga menekan potensi inflasi.
Meski begitu, pihaknya tetap mewaspadai potensi peningkatan harga dalam periode tiga hingga enam bulan mendatang yaitu pada Juli 2026 dan Oktober 2026.
Berdasarkan survei, Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juli 2026 dan Oktober 2026 diperkirakan sebesar 200, meningkat signifikan dibandingkan IEH pada Juni 2026 sebesar 192.
Sementara itu, dari sisi pembiayaan, aktivitas perdagangan juga masih didukung pertumbuhan kredit Lapangan Usaha (LU) Perdagangan berdasarkan data Laporan Bank Umum Terintegrasi (LBUT) yang hingga April 2026 tercatat tumbuh sebesar 1,99 persen.
Optimisme penjualan ritel ke depan juga tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) pada Juli 2026 yang diperkirakan sebesar 172, meningkat dari IEP Juni 2026 sebesar 170.
Sementara itu, IEP enam bulan mendatang yaitu Oktober 2026 diperkirakan sebesar 190 atau berada di zona optimis di atas 100 yang menunjukkan keyakinan pelaku usaha terhadap prospek penjualan ritel Bali tetap terjaga.
Di sisi lain, penjualan eceran di Bali tetap optimis di tengah dinamika ekonomi global pada April 2026 yaitu Indeks Penjualan Riil (IPR) di Bali tetap kuat sebesar 125,3 dan masih berada di level optimis atau di atas 100.
Kinerja tersebut meningkat sebesar 0,8 persen secara bulanan terutama didorong oleh pertumbuhan penjualan pada kategori suku cadang dan aksesori sebesar 5 persen, bahan bakar kendaraan bermotor 2,2 persen serta barang budaya dan rekreasi sebesar 1,8 persen.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Tim Redaksi.
















