Tabanan – Rai Wahyuni Sanjaya menghadiri Pembukaan Bina Posyandu Angkatan VI Tahun 2026 di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Bali, Selasa (2/6). Kehadiran Bunda Rai menjadi bentuk dukungan terhadap percepatan implementasi Posyandu enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang terintegrasi di seluruh Bali.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pengurus dan kader Posyandu dalam mendukung pelayanan masyarakat yang lebih berkualitas. Acara dihadiri Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung, kepala perangkat daerah terkait dari Kabupaten Tabanan dan Badung, jajaran pengurus Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, para camat, serta peserta pelatihan.
Mewakili Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata selaku Pengarah Posyandu menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi sekaligus memperbarui pemahaman pengurus Posyandu, khususnya dalam tata kelola pelayanan di lapangan.
Ia menjelaskan, penguatan enam bidang SPM yang meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial merupakan langkah strategis untuk memastikan Posyandu mampu memberikan pelayanan yang terintegrasi dan berkualitas.
“Kegiatan Bina Posyandu ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan para pembina di tingkat kabupaten, kecamatan, desa, dan kelurahan. Tim Pembina Posyandu memiliki peran vital dalam mendampingi kader agar operasional Posyandu berjalan aktif dan berkualitas,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bunda Rai menegaskan pentingnya penguatan kapasitas pengurus dan kader sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, Posyandu kini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi pusat layanan masyarakat yang mendukung enam bidang SPM secara terpadu.
Ia menyampaikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan koordinasi lintas sektor, serta pembinaan yang berkelanjutan menjadi kunci dalam mewujudkan Posyandu yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh pengurus dan kader Posyandu semakin memahami tugas dan fungsinya, sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal, terpadu, dan menjangkau kebutuhan masyarakat secara menyeluruh,” ungkap Bunda Rai.
Sementara itu, Ni Komang Sriani menjelaskan, kegiatan berlangsung pada 2–4 Juni 2026 dengan tujuan meningkatkan kompetensi pengurus Posyandu dalam pembinaan kader serta memperkuat pelaksanaan Posyandu enam bidang SPM.
Bina Posyandu Angkatan VI diikuti 112 peserta dari Kabupaten Badung dan Kabupaten Tabanan. Dari Kabupaten Tabanan, peserta terdiri atas Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan Selemadeg dan Selemadeg Timur beserta jajaran pengurus yang diharapkan menjadi penggerak penguatan Posyandu di wilayah masing-masing.
















