Badung, Bali (Tim Redaksi) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan konsumsi LPG 3 kg untuk tahun 2026 sebesar 8,6 juta ton, lebih tinggi apabila dibandingkan dengan kuota yang ditetapkan di dalam APBN 2026, yakni 8 juta ton.
“Untuk tahun 2026 ini memang prognosanya itu sebesar 8,6 juta ton,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI yang dipantau dari Badung, Bali, Rabu.
Laode memaparkan bahwa realisasi penyaluran LPG 3 kg sampai dengan Juli 2026 sebesar 5,05 juta ton dari kuota sebesar 8 juta ton. Ia memproyeksikan hingga akhir 2026, penyaluran LPG 3 kg akan mencapai 8,677 juta ton atau 108,46 persen dari kuota.
Dia juga menyampaikan untuk 2027, proyeksi konsumsi LPG 3 kg bisa lebih tinggi daripada 2026. Dikutip dari Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, kuota volume LPG 3 kg dituliskan sebesar 8,9 juta ton, lebih tinggi apabila dibandingkan dengan kuota LPG 3 kg pada APBN 2026.
Selain itu, Laode juga menyoroti pendistribusian LPG 3 kg yang masih bersifat terbuka sehingga setiap orang bisa membeli LPG 3 kg.
“Nah, memang upaya-upaya sudah dilakukan bagaimana untuk bisa mengurangi beban dari meningkatnya konsumsi LPG ini,” kata Laode.
Salah satunya adalah dengan mentransformasi pendistribusian LPG 3 kg. Laode menjelaskan transformasi pendistribusian LPG sudah dimulai sejak 1 Maret 2023 dengan dua tahapan.
Tahap pertama adalah pendataan pengguna LPG 3 kg ke dalam sistem berbasis web dan pelaksanaan pembelian LPG 3 kg sesuai hasil pendataan.
Tahap kedua adalah pemadanan data dan pensasaran pengguna LPG tertentu, sehingga laju konsumsi LPG tahunan dapat ditekan.
Pewarta: Putu Indah SavitriEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Tim Redaksi.
















