Top Ads

Tabanan – Kontingen Kabupaten Tabanan tampil memukau pada Pembukaan dan Pelepasan Peed Aya (Pawai) Pesta Kesenian Bali XLVIII yang mengusung tema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha” di Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Sabtu (13/6). Penampilan yang menampilkan kekayaan seni, tradisi, dan budaya Tabanan tersebut mendapat apresiasi dari tamu undangan maupun masyarakat yang menyaksikan.

Peed Aya secara resmi dilepas oleh Wayan Koster didampingi Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia dan Ketua DPRD Provinsi Bali. Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota DPR RI, anggota DPD RI, Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, jajaran Forkopimda Provinsi Bali, para bupati dan wali kota se-Bali, serta undangan lainnya.

Mendampingi Kontingen Kabupaten Tabanan, I Komang Gede Sanjaya hadir bersama Rai Wahyuni Sanjaya, Ny. Budiasih Dirga, serta jajaran perangkat daerah terkait. Penampilan kontingen tahun ini mengangkat kekayaan budaya yang lahir dari kehidupan masyarakat agraris, dipadukan dengan nilai adat, tradisi, dan spiritualitas yang menjadi identitas masyarakat Tabanan.

- Inline Ads -

Di barisan terdepan, kontingen menampilkan pasangan Jegeg Bagus Tabanan mengenakan Payas Agung khas Tabanan sebagai representasi masyarakat Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani. Penampilan tersebut dilengkapi empat anak sebagai simbol dukungan terhadap keberlangsungan generasi Bali melalui program Keluarga Berencana Krama Bali, sekaligus pelestarian tradisi penamaan Wayan, Made, Nyoman, dan Ketut sebagai identitas budaya Bali.

Rangkaian penampilan semakin semarak dengan hadirnya Uparengga yang merepresentasikan keindahan seni dan nilai spiritual masyarakat Bali, serta Tari Jayaning Singasana AUM yang menggambarkan semangat pembangunan dan kemajuan Kabupaten Tabanan.

Kontingen juga menampilkan Okokan sebagai kesenian tradisional yang telah lama hidup di tengah masyarakat agraris Tabanan. Selain itu, ditampilkan pula Barong Bangkung, Barong Macan, dan Barong Lembu dalam konsep Tri Murti melalui ritual Mapetuk Agung yang diiringi Tabuh Bebolangan khas Paiketan Seniman Jayaning Singasana.

Sebagai penutup, kontingen mempersembahkan kesenian tematik Kunti Seraya yang mengangkat nilai penyucian diri, kemenangan dharma, serta keharmonisan kehidupan sebagai bagian dari filosofi dan kearifan budaya Bali. Penampilan tersebut menjadi wujud sinergi pemerintah daerah bersama para seniman dan budayawan dalam mendukung pelestarian seni budaya sekaligus implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani.

Bupati Sanjaya menyebut PKB merupakan momentum penting bagi para seniman untuk menampilkan karya terbaik sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Bali kepada masyarakat luas. Ia juga mengapresiasi seluruh seniman dan pelaku budaya yang telah berkontribusi dalam ajang tersebut.

“Ini sebuah ajang yang sangat luar biasa dimana ini adalah gengsinya seni budaya Bali, Tabanan sangat mendukung program ini, mudah-mudahan ini terus berlanjut dan tambah berkualitas. Kami bangga melihat para seniman Tabanan, terbukti tampil dengan sangat baik dan menunjukkan kualitas yang luar biasa. Semoga kedepan semakin banyak seniman muda yang terlibat dan terus mengembangkan kreativitasnya sehingga seni budaya Tabanan tetap lestari dan semakin dikenal luas,” pungkas Sanjaya.

Sementara itu, Bunda Rai menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh kontingen yang telah menampilkan karya terbaik. Ia berharap keterlibatan generasi muda dalam kegiatan budaya seperti PKB terus ditingkatkan agar nilai-nilai luhur budaya Bali tetap lestari dan menjadi kebanggaan bersama.

“Saya sangat bangga melihat semangat para seniman dan generasi muda Tabanan yang terus menjaga taksu budaya daerah. Semoga semangat berkarya dan melestarikan budaya terus tumbuh sehingga warisan leluhur yang kita miliki dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” imbuh Bunda Rai.

- Bottom Ads -