Top Ads

Tabanan – I Komang Gede Sanjaya menyaksikan penampilan Utsawa (Parade) Duta Kabupaten Tabanan pada Pesta Kesenian Bali XLVIII di Panggung Terbuka Ardha Candra, Minggu (14/6) malam. Penampilan yang memukau penonton tersebut menjadi wujud konsistensi Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam membina, melestarikan, dan mengembangkan seni budaya melalui regenerasi sejak usia dini.

Mengusung tema PKB XLVIII Tahun 2026, “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha”, Duta Kabupaten Tabanan menampilkan Gong Kebyar Anak-anak “Sanggar Seni Iswara Murthi” Banjar Dinas Meliling Kawan, Desa Meliling, Kecamatan Kerambitan. Pada kesempatan yang sama turut tampil Duta Kabupaten Klungkung.

Acara tersebut juga dihadiri Wayan Koster, Danrem 163/Wira Satya, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah beserta para Asisten Setda Kabupaten Tabanan, pimpinan perangkat daerah, camat se-Kabupaten Tabanan, kepala instansi vertikal, serta para seniman dan budayawan.

- Inline Ads -

Keberhasilan penampilan Duta Kabupaten Tabanan merupakan hasil pembinaan yang terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Tabanan di bawah kepemimpinan Bupati Sanjaya bersama Rai Wahyuni Sanjaya. Berbagai program pembinaan generasi muda, pemberdayaan sanggar seni, pelestarian permainan tradisional, serta pemberian ruang kreativitas bagi masyarakat terus dilakukan sebagai upaya menjaga identitas budaya Tabanan.

Pementasan diawali dengan Tabuh Kreasi Pepanggulan “Wara Bantar” yang dibawakan Sekaa Gong Kebyar Anak-anak Duta Kabupaten Tabanan. Garapan tersebut mengangkat makna wara sebagai sistem penanda hari dalam waran, khususnya tri wara dan panca wara, serta bantar yang berarti lancar. Melalui eksplorasi musikal yang dinamis, karya tersebut menggambarkan pencarian hari baik sebagai upaya spiritual untuk memperlancar perjalanan hidup menuju keseimbangan dan moksa. Penampilan para penabuh cilik mendapat apresiasi berkat kemampuan teknik, kekompakan, dan penghayatan yang ditampilkan.

Suasana semakin semarak melalui persembahan Tari Gabor yang menggambarkan rasa hormat, sukacita, dan penghormatan kepada para tamu. Gerakan yang luwes dan ekspresi para penari muda menghadirkan nuansa hangat sekaligus menunjukkan perkembangan seni tari di Kabupaten Tabanan.

Penampilan Duta Kabupaten Tabanan ditutup dengan dolanan “Mekekua-kekuaan” yang mengangkat keceriaan anak-anak memainkan permainan tradisional setelah belajar dan membantu orang tua di rumah. Kisah I Lutung dan I Kekua dalam pertunjukan tersebut mengajarkan pentingnya introspeksi diri agar tidak menjadi pribadi yang sombong, serakah, dan licik. Selain menjadi hiburan, dolanan tersebut juga menyampaikan nilai ketangkasan, kejujuran, keharmonisan, kebersamaan, serta pengendalian diri.

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi atas penampilan para seniman muda Tabanan yang dinilainya mencerminkan keberhasilan pembinaan seni budaya secara berkelanjutan di daerah.

“Saya sangat bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anak-anak, pelatih, seniman, pendamping, serta semua pihak yang telah bekerja keras sehingga Duta Kabupaten Tabanan mampu tampil luar biasa malam ini. Mereka tidak hanya menunjukkan kemampuan berkesenian, tetapi juga menjadi generasi penerus yang akan menjaga dan melestarikan budaya Bali. Pemerintah Kabupaten Tabanan akan terus hadir memberikan dukungan agar seni dan budaya tetap hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan masyarakat Tabanan,” ujar Sanjaya.

- Bottom Ads -