Top Ads



Denpasar (Redaksi) – Parade Nglawang dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII menjadi salah satu atraksi yang menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara di Art Centre Denpasar, Senin.

Salah satu peserta parade, Sanggar Gender Mas, menampilkan pertunjukan Nglawang dengan mengangkat tema asal-usul Desa Alas Bengkel yang dikemas dalam balutan seni tradisi Bali.

- Inline Ads -

“Keunikan penampilan Ngelawang dari Sanggar Gender Mas kali ini yaitu mengangkat tema dari asal-usul Desa Alas Bengkel,” kata Pelaku seni Sanggar Gender Mas, Ni Putu Sri Utami Asih.

Menurutnya, tradisi Nglawang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan karena menampilkan Barong Bangkal yang menjadi salah satu ikon kesenian rakyat Bali.

Selain sebagai pertunjukan seni, penampilan Nglawang juga membawa pesan pelestarian budaya dan penguatan identitas masyarakat Bali di tengah perkembangan zaman.

“Kami ingin menyampaikan bahwa tradisi adalah identitas yang harus dijaga bersama. Nglawang mengajarkan nilai kebersamaan, keharmonisan dengan lingkungan, serta penghormatan terhadap warisan leluhur. Di tengah perkembangan zaman, nilai-nilai tersebut tetap relevan sebagai pedoman kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Sri Utami Asih juga menilai PKB memiliki peran strategis sebagai ruang promosi dan edukasi budaya Bali yang mampu menjangkau masyarakat luas, termasuk wisatawan mancanegara.

“Melalui PKB, tradisi seperti Nglawang dapat dikenal lebih luas sekaligus menjadi sarana edukasi tentang kekayaan budaya Bali. PKB juga menjadi ruang regenerasi dan apresiasi bagi para pelaku seni budaya,” katanya.

Antusiasme terhadap Parade Nglawang juga datang dari kalangan penonton. Salah satunya adalah wisatawan bernama Desak Komang Pitri Januarini.

“Saya tertarik karena Parade Nglawang merupakan tradisi khas Bali yang unik dan sarat nilai budaya. Selain itu, saya ingin melihat secara langsung bagaimana kesenian tradisional ini ditampilkan dalam acara PKB,” katanya.

Menurutnya, penampilan barong yang diiringi musik tradisional Bali menjadi bagian yang paling menarik dalam parade tersebut.

“Yang paling menarik adalah penampilan barong yang diiringi musik tradisional Bali serta semangat para peserta dalam melestarikan budaya leluhur,” ujarnya.

Pitri menilai Parade Nglawang tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat dan wisatawan, namun lebih dari itu.

“Menurut saya, Parade Nglawang mencerminkan nilai gotong royong, pelestarian tradisi, kebersamaan, dan penghormatan terhadap warisan budaya. Tradisi ini juga menunjukkan kuatnya identitas budaya masyarakat Bali yang tetap dijaga hingga sekarang,” katanya.

Parade Nglawang menjadi salah satu agenda yang menyedot perhatian pengunjung dalam pelaksanaan PKB XLVIII.

Melalui pertunjukan tersebut, masyarakat dan wisatawan memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Pewarta: SilviaEditor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © Redaksi 2026

- Bottom Ads -