Top Ads



Denpasar (Tim Redaksi) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali membuka peluang kerja sama investasi dengan negara-negara Eropa di luar sektor pariwisata.

“Bali tidak hanya memiliki kekuatan pada sektor pariwisata, tetapi juga memiliki peluang pengembangan di berbagai bidang yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah,” kata Gubernur Bali Wayan Koster melalui siaran pers yang diterima di Denpasar, Minggu.

- Inline Ads -

Gubernur Bali menyatakan hal itu saat pertemuan dengan jajaran Kementerian Luar Negeri yang dihadiri Direktur Eropa II Punjul S. Nugraha, Ketua Koordinator Diplomasi Kesehatan Amerop Rossy Verona, Wakil Ketua Indonesia-Europe Business Forum (IEBF) F. Bernard Loesi, Wakil Ketua IEBF Yudhono Irawan, serta Koordinator Fungsi Cluster Rusia, Belarus, Armenia, Dit Eropa II Dandy L. Soeparan.

Gubernur Bali memulai dengan memaparkan perkembangan ekonomi Provinsi Bali, termasuk berbagai potensi investasi dan peluang kerja sama yang dapat ditawarkan kepada mitra internasional.

Mengingat tidak hanya sektor pariwisata yang dapat dikembangkan, maka jejaring kerja sama internasional perlu terus diperluas dan diarahkan pada investasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bali.

Gubernur Koster menyampaikan pertemuan tersebut menyepakati pentingnya memperkuat sinergi antara Pemprov Bali dan Kementerian Luar Negeri dalam menarik investasi asing ke Bali. Kerja sama akan diarahkan terutama pada sektor kesehatan serta pengembangan industri kreatif lokal.

Kehadiran investasi swasta maupun asing dipandang penting untuk mendukung pembangunan fasilitas kesehatan sehingga pengembangannya tidak sepenuhnya bergantung pada kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Dengan dukungan diplomasi ekonomi dan jejaring mitra internasional, Bali diharapkan semakin mampu membuka akses terhadap investasi, teknologi, pasar, dan kolaborasi global, sekaligus memperkuat pembangunan daerah yang mandiri dan berkelanjutan dengan tetap bertumpu pada potensi lokal Bali,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri RI Punjul S. Nugraha memaparkan perkembangan Indonesia-Europe Business Forum (IEBF), sebuah forum yang mempertemukan pemangku kepentingan, perusahaan Indonesia, perusahaan Eropa, serta mitra strategis dari kawasan Eropa.

Forum tersebut menjadi salah satu pintu masuk penting untuk memperluas jejaring bisnis dan membuka peluang kerja sama yang lebih konkret antara Indonesia, khususnya Bali, dengan Eropa.

Pembahasan kemudian berkembang pada penguatan diplomasi ekonomi yang dipadukan dengan sektor kesehatan.

“Bali memiliki potensi besar untuk mengembangkan layanan kesehatan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, tetapi juga memiliki daya tarik bagi masyarakat dari luar Bali maupun mancanegara,” kata dia.

Dalam konteks tersebut, forum membahas penyelarasan antara potensi sektor kesehatan di Bali, kebutuhan pemerintah daerah, serta dukungan yang dapat difasilitasi melalui jalur diplomasi dan jejaring internasional. Salah satu yang menjadi perhatian adalah rencana pengembangan rumah sakit dengan layanan tematik.

Pengembangan ini akan membantu Bali memperkuat kualitas dan variasi layanan kesehatan, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi keterlibatan mitra dan investor luar negeri lainnya.

Ia mengatakan sejumlah calon mitra sudah menunjukkan ketertarikan untuk berkontribusi dalam penyediaan peralatan medis setelah melakukan kunjungan langsung ke sejumlah rumah sakit di Bali.

Kunjungan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk melihat secara langsung kebutuhan fasilitas kesehatan sekaligus mengidentifikasi bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan ke depan.

Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026

- Bottom Ads -