Top Ads



Denpasar (Tim Redaksi) – Perum Bulog Bali menyumbang capaian serapan beras nasional dengan menyerap 4.967 ton setara beras dari petani lokal Pulau Dewata.

“Realisasi serapan sebesar 4.967 ton setara beras di wilayah kerja Kanwil Bali menunjukkan komitmen kami mendukung penguatan ketahanan pangan nasional,” kata Pemimpin Wilayah Perum Bulog Bali Simon Melkisedek Lakapu di Denpasar, Kamis.

- Inline Ads -

Ia menjelaskan 4.967 ton setara beras itu terdiri dari serapan gabah petani 9.324 ton dan beras sendiri sebanyak 198 ton.

Besaran serapan beras yang melampaui target setahun itu berhasil dikumpulkan dalam lima bulan pertama 2026.

Selain bagian dari kontribusi Bulog Bali dalam mendukung keberhasilan pengadaan gabah dan beras nasional serta penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), Simon mengatakan ini bentuk kehadiran pemerintah kepada petani.

“Kami komitmen untuk terus hadir di tengah petani, memastikan hasil panen terserap secara optimal,” ucapnya.

Secara nasional sendiri, capaian serapan beras petani dalam negeri hingga 3 Juni 2026 mencapai 3.008.626 ton setara beras (3,01 juta ton) atau sekitar 75 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton yang ditetapkan pemerintah untuk tahun 2026.

Pimwil Bulog Bali itu menilai dalam waktu kurang dari enam bulan Bulog berhasil mendekati target tahunan yang selama ini menjadi tantangan besar dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan petani, penguatan cadangan pangan pemerintah, dan stabilitas harga pangan nasional adalah sebuah keberhasilan bersama.

Begitu pula Kanwil Bali yang membersamai petani, pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, dan penggilingan padi selama musim panen berlangsung.

“Capaian nasional tersebut menjadi bukti bahwa kebijakan pemerintah dalam menjaga harga gabah kering petani melalui penetapan HPP Rp6.500 per kilogram berjalan efektif dan mampu memberikan kepastian pasar bagi petani di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Keberhasilan serapan ini juga dinilai berdampak langsung terhadap penguatan stok CBP yang saat ini berada pada level tertinggi selama ia bergabung di Bulog, sehingga memberikan jaminan ketersediaan pangan yang kuat untuk menghadapi berbagai kebutuhan pemerintah, mulai dari stabilisasi harga, bantuan pangan, hingga mitigasi potensi bencana dan gejolak pasar.

“Keberhasilan serapan ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” tutur Simon Melkisedek.

Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026

- Bottom Ads -