Top Ads



Denpasar (Tim Redaksi) – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan Pangan) Bali membantah data BPS Bali yang menyatakan produksi padi sepanjang 2025 menurun.

“Tidak ada menurun, kalau lihat data kita justru naik produksinya,” kata Kepala Distan Pangan Wayan Sunada di Denpasar, Rabu.

- Inline Ads -

Sunada mengungkapkan sepanjang 2025 Pemprov Bali mendata produksi padi di Bali total 753.587,45 ton dan produksi beras 471.821,103 ton.

Sementara BPS Bali menyatakan produksi padi 587,87 ribu ton, turun sebesar 47,61 ribu ton atau 7,49 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2024.

Begitu pula pada produksi beras yang merupakan konversi padi, dimana sepanjang 2025 BPS menyatakan produksi beras di Bali sebanyak 331,53 ribu ton, atau turun 26,65 ribu ton yaitu 7,49 persen dibandingkan sepanjang 2024.

Distan Pangan Bali juga melihat ada perbedaan data pada luas panen padi di Bali.

BPS Bali mencatat luas panen padi sepanjang 2025 seluas 96,44 ribu hektare, luasan ini turun sebesar 7,09 persen dibandingkan tahun 2024.

Sementara data pemerintah daerah, luas panen 121,881 ribu hektare dari total luas tanam 125 ribu hektare.

“Di satu sisi memang benar lahan kita menurun, permintaan juga meningkat karena peningkatan penduduk dari 4,2 juta menjadi 4,4 juta, tapi sebetulnya untuk produksi tidak menurun kelihatan dari luas tanam kita 125 ribu hektare bisa terealisasi 121 hektare,” ujar Sunada.

Dia menyadari luas panen tersebut tergolong kecil, namun Distan Pangan Bali sudah melakukan inovasi-inovasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Salah satu yang dilakukan adalah meningkatkan indeks pertanaman (IP), tak cukup dari IP 100 atau lahan ditanami satu kali dalam setahun, kini dibuat meningkat menjadi IP 200 dan IP 300.

Pada lahan irigasi teknis saat ini petani Bali sudah bisa melakukan penanaman tiga kali dalam setahun dari yang sebelumnya 1-2 kali.

Kemudian pada lahan sawah tadah hujan petani Bali sudah dapat melakukan penanaman dua kali setahun dari yang sebelumnya hanya satu kali.

Pertanian organik yang sedang digencarkan di Bali juga dinilai membantu, selain untuk produktivitas pertanian juga mengarah ke keamanan pangan.

“Itu semua sudah kami lakukan, jadi kita masih surplus 65 ribu ton tahun ini untuk pangan strategis kita,” ucap Sunada.

Jika dilihat berdasarkan kabupaten/kota, Pemprov Bali mendata produksi padi terbanyak sepanjang 2025 berada di Kabupaten Tabanan dengan 200.946,676 ton dan paling rendah di Kabupaten Bangli 18.911,572 ton.

- Bottom Ads -