Tim media, Bali – Antrean warga yang ingin mengisi BBM berangsur melandai secara bertahap di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali. Hal itu terjadi karena dibantu penerapan sistem ganjil genap nomor kendaraan bermotor untuk pembelian pertalite.
Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Ahad Rahedi, Sabtu (17/10/2026) mengatakan, pihaknya mengapresiasi Kodam IX/Udayana dan Polda Bali atas pengawalan ketat terhadap armada mobil tangki bahan bakar minyak (BBM) ke SPBU, sehingga mempercepat pemulihan distribusi energi di wilayah Bali.
Selain itu, Ahad juga memastikan stok BBM tersedia di SPBU untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat Bali.
Pihaknya menargetkan penambahan stok pertalite hingga total 48 juta liter sejak pengiriman pada 7 Oktober hingga pada 17 Oktober 2026. Jumlah tersebut, kata dia, setara dua minggu ketersediaan stok dalam kondisi aman.
Distribusi BBM di wilayah Bali juga menjadi sorotan anggota Komisi XII DPR RI Yulian Gunhar. Distribusi yang cepat perlu dilakukan dengan memastikan ketersediaan stok, menambah armada distribusi, serta mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
Gunhar menyoroti peningkatan penyaluran pertalite dibanding kebutuhan reguler. Di mana kebutuhan reguler Bali mencapai sekitar 2.200 kiloliter (KL) per hari. Sementara itu, penyaluran Pertalite pada 13 Oktober 2026 tercatat 2.933 KL, kemudian 2.850 KL pada 14 Oktober, dan meningkat menjadi 3.016 KL pada 15 Oktober.
“Penyaluran Pertalite sudah ditingkatkan di atas kebutuhan reguler harian. Sekarang yang harus dipastikan adalah distribusinya berjalan lancar dan BBM benar-benar sampai kepada masyarakat. Jangan sampai stok tersedia, tetapi masyarakat masih harus mengantre panjang untuk mendapatkannya,” kata Gunhar dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).
Gunhar juga menyoroti stok Pertalite berdasar data pada pada pagi 16 Oktober 2026, ketika stok Pertalite di Terminal Sanggaran tercatat 816 KL. Terminal tersebut juga mendapat tambahan pasokan 892 KL yang masih dalam pengiriman (floating) serta 1.000 KL pada 16 Oktober. Sementara itu, stok Pertalite di Terminal Manggis tercatat 1.080 KL, dengan tambahan pasokan sebesar 15.900 KL yang dijadwalkan tiba pada 16 Oktober.
Gunhar menilai ketersediaan stok dan tambahan pasokan tersebut harus diikuti pengaturan distribusi yang efektif, terutama ke SPBU yang mengalami antrean panjang. Koordinasi antara Pertamina, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pengelola SPBU juga perlu diperkuat agar penyaluran BBM berlangsung tertib.
“Penanganannya harus menyeluruh. Bukan hanya menambah pasokan, tetapi juga memastikan mobil tangki bergerak tepat waktu, pelayanan di SPBU berjalan optimal, dan masyarakat memperoleh BBM tanpa harus mengantre terlalu lama,” ujarnya.
Selain itu, untuk mendukung distribusi, armada mobil tangki reguler di Bali yang berjumlah 91 unit ditambah 15 unit. Penambahan tersebut turut melibatkan personel dari luar Bali guna memperkuat operasional penyaluran BBM.
Selain itu, Terminal Sanggaran dan Terminal Manggis dioperasikan selama 24 jam. Dari total 215 SPBU di Bali, sebanyak 66 SPBU juga beroperasi selama 24 jam untuk memperluas waktu pelayanan kepada masyarakat.
















