Denpasar (Tim Redaksi) – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Bali menyebutkan realisasi kredit usaha rakyat (KUR) sektor pertanian di Pulau Dewata menembus Rp1,93 triliun pada Agustus 2026 yang membantu meningkatkan kapasitas produksi petani.
“Realisasi itu naik 24 persen jika dibandingkan periode sama tahun lalu,” kata Kepala DJPb Bali Supendi di Denpasar, Senin.
DJPb Bali mencatat jumlah debitur yang menerima fasilitas KUR pertanian itu mencapai 27.112 debitur atau naik 7,23 persen.
Dari sembilan/kabupaten kota di Bali, kucuran KUR pertanian untuk tiga daerah paling besar diterima debitur di Kabupaten Buleleng sebesar Rp433,90 miliar atau menguasai porsi 22,50 persen untuk 7.756 debitur.
Kemudian di Kabupaten Bangli sebesar Rp416,21 miliar atau 21,58 persen kepada 5.409 debitur dan Kabupaten Tabanan sebesar Rp330,88 miliar atau 17,16 persen kepada 4.315 debitur.
Selain pertanian, KUR sektor perikanan juga naik 30,68 persen menjadi Rp45,50 miliar kepada 570 debitur.
Paling banyak debitur perikanan berasal dari Kabupaten Karangasem dengan nilai penyaluran Rp11,98 miliar atau porsi terbesar 26,29 persen, kemudian Buleleng Rp8,93 miliar dengan porsi 19,63 persen dan Kabupaten Bangli Rp6,90 miliar dengan porsi 15,16 persen.
Pemerintah memberikan subsidi bunga terhadap KUR itu yang dialokasikan melalui belanja di APBN untuk mendukung penguatan sektor pertanian dan perikanan.
Dengan subsidi itu, maka membuka akses kredit lebih luas kepada petani, nelayan, peternak, dan pembudidaya untuk mengembangkan usaha, dan menggerakkan ekonomi daerah.
Pemanfaatan KUR pertanian dan perikanan digunakan untuk membeli bahan baku dan kebutuhan produksi, meningkatkan kapasitas produksi dan menambah sarana prasarana operasional.
Adapun besar bunga KUR saat ini mencapai enam persen yang dikucurkan melalui perbankan dan lembaga jasa keuangan lainnya.
Besaran bunga tersebut setelah disubsidi pemerintah dari kisaran bunga komersial di atas rata-rata sekitar 14 persen.
Pemerintah berencana memangkas besaran bunga KUR yang ditargetkan mencapai 5 persen per tahun.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Tim Redaksi.
















