Denpasar (Tim Redaksi) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat seluruh pelajar SMP Negeri 9 Denpasar, Bali, sudah memiliki rekening di bank sehingga menjadikan sekolah umum tersebut satu-satunya di tingkat nasional yang 100 persen inklusi keuangan.
“Semoga ini bisa menginspirasi sekolah lainnya di Bali menerapkan kebiasaan menabung di bank sejak dini dari usia sekolah,” kata Kepala OJK Provinsi Bali Parjiman di Denpasar, Bali, Sabtu.
Regulator lembaga jasa keuangan itu mencatat 100 persen siswa di sekolah yang berlokasi di Sanur, Denpasar itu sudah memiliki rekening bank dengan total mencapai 1.070 rekening.
Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 9 Denpasar menerapkan kebiasaan menabung kepada para siswanya bekerja sama dengan BUMD Bank BPD Bali untuk mendukung literasi dan inklusi keuangan sejak dini.
Atas partisipasi aktif sekolah tersebut, ia mengatakan OJK memberikan penghargaan kepada sekolah itu melalui penganugerahan satu rekening satu pelajar (Kejar) Award 2026 untuk kategori satuan pendidikan/sekolah umum implementasi terbaik.
Menurut dia, program itu adalah bagian dari Hari Indonesia Menabung dan Bulan Inklusi Keuangan sebagai upaya membangun kemandirian finansial sejak dini/usia sekolah.
OJK menekankan bahwa menabung bukan semata menyisihkan uang, namun kebiasaan menabung memberikan ruang lebih besar bagi seseorang sejak dini merencanakan masa depan, memenuhi kebutuhan, membantu orang lain hingga mendorong perekonomian.
Lembaga negara dan independen itu mencatat tingkat literasi dan inklusi keuangan secara nasional masing-masing mencapai 69,57 persen dan 93,61 persen.
Adapun literasi adalah pemahaman/pengetahuan seseorang terkait pengelolaan keuangan dan inklusi adalah tersedianya akses untuk pemanfaatan terhadap produk dan layanan jasa keuangan formal.
Dalam kesempatan terpisah, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan meski tingkat literasi dan inklusi 2026 meningkat, namun khusus segmen pelajar dan mahasiswa masih berada di bawah pencapaian itu sehingga membutuhkan penguatan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Menabung itu bukan menunggu uang banyak dulu tapi sedikit demi sedikit jadi harus membiasakan menabung sejak dini,” katanya di sela Hari Indonesia Menabung dan Bulan Inklusi Keuangan di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (28/8).
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Tim Redaksi.














