Banyuwangi (Redaksi) – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Adat Wisata Osing Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mencatat kunjungan wisatawan di objek wisata itu rata-rata hingga 4.000 orang setiap tahunnya.
Ketua Pokdarwis Desa Wisata Adat Osing Kemiren, Kabupaten Banyuwangi, Moh Edy Saputro di Banyuwangi, Minggu, menyampaikan mayoritas wisatawan yang berkunjung ingin mengenal kebudayaan desa yang mendapatkan penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024 itu.
“Sebelum pandemi, kunjungan di Desa Kemiren sempat menyentuh angka 18 ribu orang, itu terjadi pada 2019. Namun, setelah pandemi, kami berupaya menyuguhkan kebudayaan dalam pariwisata sebaik mungkin untuk mengulang kembali capaian waktu itu,” katanya
Masyarakat Desa Kemiren mendapat berkah rupiah dari pengembangan pariwisata di desa tersebut yang tercermin dari geliat ekonomi warga di Desa Wisata Adat Osing Kemiren itu.
Hingga saat ini, di Desa Kemiren tercatat sebanyak 22 usaha kecil dan menengah yang bergerak pada usaha makan dan minuman hingga sandang.
Selain itu, kata Edy, ada pula 40 homestay yang mayoritas adalah rumah tinggal milik pribadi yang disewakan saat ada tamu berkunjung, beberapa di antaranya adalah hunian berupa kamar-kamar yang dibangun untuk tempat menginap bagi wisatawan.
















