Top Ads



Denpasar (Tim Redaksi) – Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) menilai pembangunan Bandara Internasional Bali Utara akan menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi yang memperkuat konektivitas Bali dengan kawasan Indonesia Timur sekaligus mendukung pemerataan pembangunan nasional.

Dukungan tersebut disampaikan dalam rangkaian kunjungan Ketua Umum FSKN YM Brigjen Pol. (Purn.) Dr. A.A. Mapparessa bersama Direktur Utama PT BIBU Panji Sakti Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo ke Ternate, Maluku Utara.

- Inline Ads -

Ketua Umum FSKN YM Mapparessa dikutip dari keterangan yang diterima di Denpasar, Bali, Rabu, mengatakan pembangunan Bandara Internasional Bali Utara tidak hanya dipandang sebagai proyek infrastruktur, tetapi juga sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi yang menghubungkan Bali dengan kawasan Indonesia Timur.

Menurut dia, pembangunan harus tetap berpijak pada sejarah dan kearifan lokal agar memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Karena itu, penghormatan terhadap warisan leluhur menjadi bagian penting sebelum memulai ikhtiar pembangunan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal FSKN YM Firman Mudaffar Sjah menyatakan Bali Utara memiliki posisi strategis sebagai pusat pertumbuhan baru yang dapat membuka akses konektivitas menuju Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Ia menegaskan dukungan FSKN terhadap Bandara Bali Utara merupakan dukungan moral terhadap pemerataan pembangunan nasional, bukan semata-mata kepada perusahaan yang mengembangkan proyek tersebut.

Sementara itu, Direktur Utama PT BIBU Panji Sakti Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo mengatakan kunjungan ke Ternate memberikan perspektif baru bahwa pembangunan infrastruktur tidak dapat dipisahkan dari sejarah, budaya, dan nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu.

Menurut Erwanto, dukungan para tokoh adat, raja, dan sultan di berbagai daerah menjadi motivasi untuk mewujudkan Bandara Internasional Bali Utara sebagai infrastruktur yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Pemerintah sendiri telah memasukkan pengembangan kawasan Bali Utara ke dalam arah pembangunan nasional melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Penguatan konektivitas Bali Utara menjadi bagian dari strategi pemerataan pembangunan, pengembangan jaringan logistik nasional, dan peningkatan akses menuju kawasan Indonesia bagian timur.

“Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara dapat menjadi gerbang baru pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya mendorong kemajuan Bali, tetapi juga memperkuat konektivitas, perdagangan, investasi, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan Indonesia Timur,” ujar dia.

Pewarta: Rolandus NampuEditor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026

- Bottom Ads -