Top Ads



Denpasar (Tim Redaksi) – Pemerintah Kota Denpasar menyulap lahan bera atau lahan pertanian yang sementara tidak dimanfaatkan menjadi areal produktif yang menghasilkan jagung manis berkualitas.

Melalui program pemanfaatan lahan bera di Subak Intaran Barat, Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, seluas 0,2 hektare dihasilkan panen jagung manis varietas Golden Boy mencapai 3,21 ton jagung, artinya produktivitas per hektare mencapai 16,02 ton.

- Inline Ads -

Kepala Bidang TPH Dinas Pertanian Kota Denpasar Anggreni Suwari di Denpasar, Jumat, menyatakan panen dilakukan di lahan seluas 0,2 hektare yang merupakan bagian dari pemanfaatan lahan bera seluas satu hektare.

Dia mengatakan program pemanfaatan lahan bera merupakan strategi untuk mengoptimalkan lahan pertanian yang sementara tidak ditanami agar tetap produktif dan memberikan nilai ekonomi bagi petani.

“Program pemanfaatan lahan bera di Subak Intaran Barat dilaksanakan pada areal seluas satu hektare dengan sistem penanaman secara bertahap. Pola tanam ini diterapkan agar masa panen berlangsung berkesinambungan sehingga pasokan jagung manis ke pasar tetap stabil dan tidak terjadi penumpukan hasil panen dalam satu waktu,” ujarnya.

Capaian tersebut menunjukkan lahan bera memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian produktif apabila dikelola dengan penerapan teknologi budidaya yang tepat serta didukung sinergi antara petani, penyuluh, dan pemerintah.

Selain meningkatkan nilai ekonomi lahan dan pendapatan petani, program tersebut juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah dan menjaga keberlanjutan usaha tani di tengah semakin terbatasnya lahan pertanian produktif di kawasan perkotaan.

“Kolaborasi antara pemerintah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus melahirkan inovasi pertanian yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” kata Anggreni.

Pewarta: Rolandus NampuEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026

- Bottom Ads -