Top Ads



Denpasar, Bali (Tim Redaksi) – Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Bali memberi kesempatan lebih banyak UMKM mempromosikan kuliner lokalnya lewat stan bergilir di Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026.

“Kalau tahun lalu 52 pelaku UMKM kuliner berjualan penuh sebulan, sekarang 72 dibagi 36 pertama, sekarang masuk kloter kedua, jadi lebih banyak kesempatan dan lebih rapi tempat menikmati hidangannya karena lebih luas, potensi pembeli juga lebih banyak,” kata Kepala Diskop UKM Bali Tri Arya Dhyana Kubontubuh di Denpasar, Selasa.

- Inline Ads -

Ia menyampaikan pada kloter pertama, sebanyak 36 UMKM kuliner berhasil membukukan transaksi mencapai Rp2.507.173.000.

Mereka berjualan sejak 13-27 Juni 2026, yang mana meskipun terbentur Hari Raya Galungan dan Kuningan, para pelaku usaha tetap bisa mengumpulkan transaksi hingga separuh capaian tahun 2025 lalu.

Untuk itu, Diskop UKM Bali berharap di kloter kedua, transaksi lebih banyak lagi sehingga manfaat PKB 2026 dapat dirasakan pelaku usaha mikro.

Selain menguntungkan lebih banyak UMKM kuliner dengan lapak gratis ini, Tri Arya memastikan pelaku usaha terkurasi sehingga tidak sembarang produk kuliner dapat dijual.

Pemprov Bali berkomitmen menonjolkan produk lokal dari daerah-daerah di Bali, karena itu sama seperti kloter pertama, 36 UMKM di kloter kedua juga menjual kuliner lokal dari kabupaten/kota se-Bali.

“Kami mengupayakan di setiap kloter ini memang ada makanan khas dari kabupaten/kota masing-masing, jadi yang diwakili itu adalah jenis makanannya, mungkin yang khas dari Tabanan sekarang ada entil, kemudian di Klungkung sekarang ada serombotan,” kata Tri Arya.

Sejauh ini, Diskop UKM Bali mencatat kuliner yang masih menjadi incaran pengunjung PKB 2026 adalah babi guling, minuman cendol daluman, dan jajanan seperti laklak dan jajan Bali.

Pemprov Bali berharap hingga 11 Juli mendatang pengunjung festival seni terbesar itu semakin meningkat, sehingga kuliner sebagai pendukung aktivitas pengunjung juga ikut terangkat.

“Tahun lalu Rp5 miliar, kalau bisa lebih dari itu kami bersyukur, tapi yang jelas para pedagang sudah pasti untung karena mereka tidak ada dikenakan biaya sewa, cuma biaya produksinya saja, saya sudah sempat tanya katanya mereka di sini jauh lebih tinggi penjualannya,” tuturnya.

Tri meminta pelaku UMKM yang sudah terpilih di PKB memanfaatkan kesempatan ini dengan berusaha yang baik, mengikuti aturan, dan menjual produk dengan harga sesuai sehingga masyarakat maupun wisatawan yang hadir bisa menikmati.

Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026

- Bottom Ads -