Jakarta (Tim Redaksi) – Pemerintah menarik utang baru sebesar Rp185,3 triliun per Februari 2026, setara 22,3 persen dari target penarikan utang dalam APBN 2026 yang dipatok sebesar Rp832,2 triliun.
“Pembiayaan anggaran tahun 2026 terjaga dengan baik dalam batas yang terkendali. Realisasinya per akhir Februari telah mencapai Rp185,3 triliun atau 22,3 persen dari target,” kata Wakil Menteri Keuangan Juda Agung dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026 di Jakarta, Rabu.
Penarikan utang tersebut telah dikurangi dengan pembiayaan non-utang sebesar Rp21,1 triliun.
Maka secara total, realisasi pembiayaan anggaran hingga Februari 2026 tercatat sebesar Rp164,2 triliun atau setara 23,8 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp689,1 triliun.
Juda memastikan bahwa pembiayaan APBN 2026 dikelola secara prudent dan terukur dengan mempertimbangkan likuiditas pemerintah serta dinamika pasar keuangan.
Pewarta: Bayu SaputraEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026
















