Top Ads



Denpasar (Tim Redaksi) –

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali mengidentifikasi peluang untuk memperluas digitalisasi ekonomi guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di Kabupaten Jembrana.

- Inline Ads -

“Melalui penguatan layanan digital terutama menyasar para wisatawan yang masuk dari Pulau Jawa,” kata Advisor Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali Indra Gunawan Sutarto di Denpasar, Bali, Kamis.

Kabupaten di Bali bagian barat itu menjadi pintu gerbang jalur darat dan laut untuk pergerakan manusia, termasuk wisatawan dan distribusi logistik untuk Bali dan Jawa.

“Salah satu peluang layanan digital yang dibuka di Jembrana yaitu pemberlakuan retribusi parkir elektronik di kawasan Pelabuhan Gilimanuk,” katanya.

Cara itu dinilai efektif guna meningkatkan pendapatan daerah melalui sistem pembayaran retribusi yang lebih transparan dan memitigasi potensi kebocoran serta mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sistem digital itu pun menambah inovasi di kabupaten setempat yang saat ini Jembrana sudah meraih 100 persen untuk Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).

Sementara itu, Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna menilai inisiatif digitalisasi yang telah dilaksanakan merupakan wujud nyata dalam memperkuat perencanaan fiskal daerah.

Sementara itu, Bank BPD Bali memiliki peran strategis dalam pengelolaan keuangan daerah serta dalam mendukung keterhubungan Kabupaten Jembrana dengan sistem pembayaran nasional.

BI Bali mencatat transaksi digital khususnya untuk penerimaan pajak/retribusi pada 2025 di Pulau Dewata juga menunjukkan porsi positif.

Pada periode itu, penggunaan metode digital untuk penerimaan pajak dan retribusi telah mencapai 46,82 persen.

Realisasinya mencapai Rp8,46 triliun, meningkat dibandingkan 2024 sebesar Rp5,07 triliun.

Sedangkan metode konvensional sebesar 46,65 persen dan nondigital 5,75 persen.

- Bottom Ads -