Top Ads

Tabanan – Komitmen kuat untuk mewujudkan lingkungan bersih dan berkelanjutan kembali ditegaskan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, saat membuka kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) dan Pembatasan Plastik Sekali Pakai, di Ruang Rapat Utama Jayaning Singasana, Senin (20/10).

Kegiatan strategis ini dihadiri oleh OPD terkait, Anggota TP PKK Kabupaten, Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa se-Kabupaten Tabanan, serta perwakilan sekolah peserta lomba PSBS tingkat provinsi. Sebagai Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Kabupaten Tabanan, Bunda Rai menegaskan bahwa gerakan ini adalah langkah nyata menuju Tabanan yang bersih, sehat, dan berdaya lingkungan.

“Permasalahan sampah tidak bisa diselesaikan sendiri. Dibutuhkan kerja sama dari semua pihak, dan yang paling utama dimulai dari rumah tangga masing-masing. Sebelum mensosialisasikan, kita harus mengimplementasikannya terlebih dulu di rumah,” ujarnya dengan tegas.

- Inline Ads -

Dalam paparannya, Bunda Rai mengungkapkan bahwa rumah tangga menjadi penyumbang terbesar timbulan sampah di Bali, yang mencapai 3.463 ton per hari. Karena itu, perubahan pola pikir dan perilaku menjadi kunci utama keberhasilan program PSBS. Ia mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah sesuai jenisnya — organik dan anorganik, serta memanfaatkan fasilitas seperti komposter, teba modern, dan TPS3R agar sampah dapat diolah menjadi bahan bermanfaat dan bernilai ekonomi.

Selain sosialisasi, TP PKK Kabupaten Tabanan juga telah menyalurkan 2.000 pelubang dan penutup lubang biopori ke seluruh kecamatan sebagai langkah awal mendukung gerakan PSBS. Pemkab Tabanan melalui Dinas Lingkungan Hidup pun aktif mengimbau pembuatan teba modern di kantor, sekolah, dan tempat ibadah sebagai bagian dari gerakan bersama menuju Tabanan Bersih.

“Kami berharap gerakan ini bisa digetok-tularkan dari kecamatan hingga ke rumah tangga. Para Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa juga saya harapkan segera dikukuhkan menjadi Duta PSBS di wilayahnya masing-masing,” imbuhnya.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai Gerakan Bali Bersih yang tengah digalakkan oleh Pemerintah Provinsi Bali, termasuk implementasi program “Padas” (Palemahan Kedas Desaku Bersih) sebagai bagian dari gerakan “Desa tanpa mengotori Desa lain”.

Menutup sambutannya, Bunda Rai menyerukan semangat bersama untuk menjadi teladan dalam menjaga lingkungan.

“Mari kita mulai dari hal kecil di rumah sendiri. Dengan kebersamaan dan kepedulian, kita bisa menjadikan Tabanan sebagai contoh penerapan pengelolaan sampah berbasis sumber yang berkelanjutan,” pungkasnya.

- Bottom Ads -