Tim media, Jakarta – Berada di ketinggian 900 hingga 1.000-an Mdpl, tumbuh subur ratusan pohon yang menghasilkan puluhan ton biji kopi arabika terbaik yang ada di dunia.
Adalah Kopi Kintamani Bali, yang dikenal memiliki cita rasa arabika istimewa: segar, frutty, dan unik. Rahasianya, pohon kopi ditanam secara tumpangsari berdampingan dengan pohon jeruk, yang sekaligus berfungsi sebagai pelindung alami.
Dalam rangka memperingati Hari Kopi Sedunia pada 2 Oktober 2025, ratusan petani di Kintamani, Bangli, Bali, mendapat pembinaan berupa pelatihan untuk menjaga keberlangsungan pertanian kopi arabika secara berkelanjutan.
Untuk menghasilkan sustainability ini, para pakar pertanian dari Universitas Udayana Bali melakukan pembinaan dari hulu hingga hilir, mulai dari para petani, produk hingga ke tangan penikmat kopi. Selama ini, para petani arabika di Kintamani telah berhasil menghasilkan biji kopi unggulan yang dikenal luas.
Menurut I Made Sarjana, selaku Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Udayana, hasil kopi arabika di Kintamani memiliki rasa yang khas, lebih segar, frutty, karena memang menanamnya dengan cara tumpengsari dengan pohon jeruk.
“Tapi tantangannya, bagaimana kita menjaga keberlangsungan atau sustainability dari sebuah pertanian berlanjut. Kalau petaninya tidak diberdayakan, maka akan cepat jadinya bahan baku akan habis,”ujar Sarjana, Kamis (2/9/2025).
















