Tabanan – Ratusan tenaga kebersihan lepas di Kabupaten Tabanan diberitakan belum menerima gaji. Menanggapi hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabanan memberikan penjelasan. DLH Kabupaten Tabanan menyatakan bahwa sebagian pembayaran untuk 304 tenaga lepas kebersihan telah diselesaikan.
Kepala DLH Tabanan, I Gusti Putu Ekayana, menyampaikan bahwa proses pembayaran akan dituntaskan dalam pekan ini. Ia menjelaskan bahwa pembayaran telah dilakukan sejak para tenaga harian lepas mulai bekerja pada April 2025. Pembayaran sebagian hak mereka dilakukan pada 16 Mei 2025. I Gusti Putu Ekayana menegaskan bahwa mereka adalah tenaga harian lepas, bukan ASN maupun tenaga kontrak.
Menurut Kepala DLH, permasalahan ini muncul akibat adanya perubahan sistem kerja. Sebelumnya, tenaga non-ASN dan non-kontrak yang tidak dapat diakomodasi langsung oleh pemerintah, akan dialihkan melalui kerja sama dengan pihak ketiga sebagai tenaga outsourcing. Proses transisi ke sistem outsourcing ini membutuhkan waktu karena harus memenuhi sejumlah persyaratan. I Gusti Putu Ekayana menekankan bahwa proses ini memang memerlukan waktu dan tahapan administratif. Meskipun demikian, ia memastikan sebagian hak para tenaga sudah dibayarkan, dan sisanya akan segera diselesaikan. Masih ada kendala di proses administrasi yang menyebabkan sisa pembayaran belum tuntas.
Dikonfirmasi mengenai hal ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tabanan, I Gede Susila, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tidak tinggal diam. I Gede Susila menyatakan bahwa pihaknya akan mendorong percepatan proses peralihan sistem kerja ke model outsourcing, termasuk percepatan pembayaran gaji. Sekda Tabanan itu sangat memahami pentingnya peran para tenaga kebersihan dalam menjaga kebersihan lingkungan. Oleh karena itu, Pemkab akan mempercepat proses administratif dan koordinasi dengan pihak ketiga agar para petugas segera mendapatkan kepastian dan hak-haknya secara penuh.
Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan agar program Bali Bersih Sampah 2025 dapat dijalankan secara optimal, dengan dukungan penuh dari para petugas kebersihan sebagai garda terdepan. I Gede Susila menambahkan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Kepala DLH agar permasalahan ini tidak berlarut-larut.
















