Top Ads



Denpasar (Tim Redaksi) – Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Bali menjaring profil investasi potensial guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah agar tidak terkonsentrasi di sektor pariwisata.

“Selain pariwisata, ada potensi pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dan kuat didorong berjalannya proyek strategis penanaman modal asing dan dalam negeri,” kata Kepala Perwakilan BI Bali Erwin Soeriadimadja di Denpasar, Bali, Rabu.

- Inline Ads -

Menurut dia, penanaman modal asing dan dalam negeri itu juga mencakup proyek infrastruktur sampah menjadi energi bersih.

Melalui program Bali Investment Challenge, pihaknya memetakan profil investasi unggulan yang ada di kabupaten/kota di Pulau Dewata.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Bali Luh Ayu Aryani mengungkapkan pemetaan profil investasi diharapkan terealisasi menjadi proyek pembangunan guna mendukung pemerataan ekonomi Bali yang selama ini banyak terpusat di sektor pariwisata.

Adapun profil investasi unggulan itu diharapkan bergerak di sektor inovasi energi terbarukan (EBT), industri kreatif, hingga pertanian.

Nantinya, calon proyek investasi itu akan dipaparkan oleh Organisasi Perangkat Daerah rencananya pada 11 Mei 2026, dilanjutkan dengan penetapan proyek investasi potensial.

Kemudian pembuatan katalog dan profil investasi, hingga menampilkan proyek investasi melalui ajang Bali Jagadhita rencananya pada Juni 2026.

Perwakilan bank sentral itu menambahkan investasi, UMKM, pertanian dan digitalisasi berperan besar mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Bali, selain dari sektor pariwisata.

Di sisi lain, Bank Indonesia mencatat proyek infrastruktur prioritas daerah pada 2026 di Bali yaitu pembangunan gedung parkir Pura Ulun Danu Batur, sistem penyediaan air baku embung Tukad Unda, Jembatan Pulau Nusa Ceningan-Nusa Lembongan dan jalan bawah tanah (underpass) Jimbaran dengan total nilai investasi diperkirakan mencapai Rp788 miliar.

Ada juga proyek strategis pemerintah pusat yaitu di Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem untuk pembangunan sekolah rakyat dengan estimasi nilai proyek mencapai Rp255,5 miliar, kemudian kampung nelayan Merah Putih di Seraya Timur, Kabupaten Karangasem.

Kemudian proyek konservasi pantai oleh investor dari Jepang yakni konservasi Pantai Kuta-Seminyak dan Legian yang ditargetkan rampung November 2026 dengan nilai investasi mencapai Rp268 miliar dan konservasi Pantai Candi Dasa Karangasem dengan nilai mencapai Rp518 miliar yang ditargetkan rampung pada 2027.

Selain itu, ada juga proyek pengolahan sampah energi listrik (PSEL) dengan nilai investasi mencapai Rp2-2,5 triliun dan ditargetkan beroperasi akhir 2027.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026

- Bottom Ads -