Pada Jumat malam, tim telah lebih dulu menemukan Dewa Ketut Adi Suarjana (55) dalam keadaan meninggal dunia Operasi SAR hari ini melibatkan ratusan personel yang terbagi dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU).
Fokus pencarian tidak hanya menyisir aliran sungai dan timbunan material di darat, tetapi juga merambah ke wilayah perairan menggunakan rubber boat.
Namun, tebalnya lumpur dan besarnya ukuran batang pohon yang terbawa arus menjadi penghalang utama bagi tim di lapangan.
Menanggapi situasi ini, Nyoman Sidakarya menegaskan bahwa koordinasi terus dilakukan untuk mengerahkan alat berat ke lokasi bencana.
”Alat berat menjadi solusi krusial agar tim bisa menembus timbunan material yang mustahil dikerjakan secara manual,” tambahnya.
Hingga operasi dihentikan sementara pada pukul 18.00 WITA karena faktor cuaca dan pencahayaan, masih ada duka yang tersisa. Dua orang warga, yakni Putu Wingi (17) dan Kadek Wahyu (12), belum ditemukan. Rencananya, penyisiran skala besar akan kembali dilanjutkan esok pagi.
















