Top Ads



Badung (Tim Redaksi) – Salah satu perusahaan swasta, yaitu Cimory Group berdayakan ribuan ibu menjadi pejuang ekonomi bagi keluarga.

“Saat ini ada 10 ribu ibu yang bergabung menjadi pejuang ekonomi bagi keluarganya dan hari ini ada 467 terbaik kami ajak ke Bali untuk dapat penghargaan atas keberhasilan menaikkan penjualan dan keberhasilan menginspirasi ibu-ibu sekitarnya,” kata Direktur Cimory Group Hendri Viarta.

- Inline Ads -

Hendri di Kabupaten Badung, Bali, Jumat, menyampaikan para ibu yang datang berasal dari latar belakang beragam, terutama dari ibu rumah tangga yang tidak memiliki kemampuan khusus namun perlu menafkahi keluarganya.

“Mereka membutuhkan banyak biaya untuk anak sekolah dan membantu suami, sehingga kami berdayakan saat itu mulai dari melatih karakter ada pendidikan khususnya dan berjualan,” ujarnya.

Seiring berjalannya program pemberdayaan bagi ibu-ibu ini, perusahaan membaca bahwa peran perempuan terutama seorang ibu di seluruh Indonesia sangat besar.

Sebab ribuan ibu tersebut memulai dengan berjualan produk mereka dari pintu ke pintu yang akhirnya juga bertemu sesama perempuan.

Sehingga, selain berguna bagi keluarganya mereka juga membantu ibu rumah tangga lain agar yakin mereka bisa menjadi penyelamat ekonomi keluarga juga.

“Ada yang dulunya tukang kebersihan akhirnya sekarang bisa membantu suaminya dan menyekolahkan anak sampai sarjana sampai magister, ini kan kebanggaan makanya kami ajak ke Bali mereka,” ujar Hendri.

Hendri mengatakan sengaja memilih Bali sebagai lokasi mengingat tahun ini Bali dinobatkan sebagai nomor satu destinasi terbaik dunia versi TripAdvisor, sehingga ratusan ibu rumah tangga yang hadir bisa merasakan langsung keindahan Bali.

Salah satu ibu rumah tangga yang berhasil dalam program pemberdayaan ini adalah Tianisa Siregar, ibu berusia 48 tahun dengan satu anak yang masih bersekolah.

Tianisa bercerita dahulu ia hanya ibu rumah tangga dengan suami yang merupakan buruh bangunan.

Ia mencoba berjualan dari rumah ke rumah bahkan saat COVID-19 ia sering dijauhi, disemprotkan antiseptik, dan dipandang sebelah mata.

Namun karena kegigihannya bekerja dari pagi sampai malam, wanita kelahiran Medan itu berhasil memiliki banyak pelanggan dan kini bisa menyekolahkan anak, membeli sepeda motor untuk berjualan, hingga membeli rumah untuk keluarga kecilnya.

“Dari dulu setiap hari saya keliling walau hujan juga demi anak demi keluarga, sering ditolak orang sampai banting pintu kalau saya lewat, tapi sekarang sudah jauh lebih baik saya bersyukur dan tetap mau bekerja,” ujarnya.

- Bottom Ads -