Top Ads

Singasana – Jumat pagi (7/11), suasana Kota Singasana terasa lebih hidup dari biasanya. Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkab Tabanan menanggalkan sejenak rutinitas kantor untuk turun ke jalan. Dengan kuas di tangan dan semangat di dada, mereka ikut dalam aksi gotong royong massal pengecatan trotoar dalam rangka menyambut HUT ke-532 Kota Singasana.

Dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, S.Sos., mewakili Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., para ASN tampak antusias mengecat trotoar di sejumlah ruas utama kota. Warna putih-hitam cat baru memberi nuansa segar, seakan menghidupkan kembali wajah kota yang tengah bersiap berpesta. Tak hanya di pusat kota, aksi serupa juga dilaksanakan serentak di seluruh kecamatan di bawah koordinasi para camat.

Dari data yang dihimpun, panjang trotoar yang berhasil dicat mencapai 5.478 meter—angka yang mencerminkan besarnya partisipasi dan semangat kebersamaan ASN Tabanan. Tak sedikit warga yang turut membantu atau sekadar memberi semangat. Beberapa pedagang bahkan ikut menyediakan air minum untuk peserta, menambah suasana guyub dan hangat di sepanjang jalan.

- Inline Ads -

Bupati Sanjaya menegaskan, kegiatan ini bukan hanya soal mempercantik kota, tetapi juga tentang menumbuhkan rasa memiliki terhadap ruang publik. “Melalui kegiatan gotong royong ini, kami ingin seluruh ASN menjadi teladan dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan. Kota ini rumah kita bersama, maka sudah semestinya kita rawat dan jaga,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat gotong royong yang tumbuh dari kegiatan ini diharapkan tidak berhenti di satu momentum. “Kita ingin budaya ini terus hidup, menjadi kebiasaan dalam keseharian masyarakat Tabanan. Kalau semua ikut peduli, wajah kota akan selalu cerah, bukan hanya saat ulang tahun,” kata Bupati dua periode itu.

Aksi ribuan ASN yang turun ke jalan pagi itu bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, melainkan pernyataan bersama: Tabanan siap menyongsong usia ke-532 dengan semangat baru, wajah kota yang segar, dan kebanggaan yang tumbuh dari kerja kolektif. Trotoar yang kini kinclong menjadi saksi, bahwa gotong royong masih menjadi nadi utama di Bumi Lumbung Beras ini.

- Bottom Ads -