Top Ads

JAKARTA– Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih akan difokuskan oleh pemerintah untuk menjadi pusat distribusi bahan-bahan kebutuhan pokok bersubsidi serta bantuan sosial bagi masyarakat di pedesaan. Hal ini mencakup penyaluran gas LPG, pupuk, sembako, dan bantuan sosial lainnya.

Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menjelaskan di Istana, Jakarta, pada Kamis (8/5), bahwa pemerintah akan menyalurkan langsung bahan-bahan pokok bersubsidi tersebut ke Kopdes Merah Putih. Nantinya, bahan-bahan tersebut akan diterima langsung oleh masyarakat, sehingga jalur pasokan dapat dipersingkat.

Meskipun fokus baru ini diberikan kepada Kopdes Merah Putih, Menteri Budi Arie menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) akan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Ia membedakan bahwa BUMDes adalah milik desa, sementara Kopdes Desa adalah milik warga desa. Kopdes Merah Putih akan secara spesifik menjadi sarana pemerintah dalam menyalurkan bahan-bahan pokok yang disubsidi negara hingga bantuan sosial. “Tapi sarana distribusi atau penyaluran bahan-bahan pokok yang disubsidi oleh pemerintah negara melalui Kopdes Merah Putih. Tadi Presiden juga sudah sampaikan Kopdes ini jadi pusat nanti. Semua kegiatan ekonomi di desa. Bantuan sosial, LPG, beras. Semua Kopdes,” jelasnya.

- Inline Ads -

Pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 80.000 Kopdes Merah Putih. Pembangunan koperasi ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa sekaligus mewujudkan kemandirian perekonomian desa.

Skema pembiayaan koperasi ini akan dilakukan secara hati-hati dan berorientasi pada keuntungan masyarakat. Kopdes ini harus dimaknai sebagai lembaga atau badan usaha yang dimiliki oleh warga desa, di mana keuntungannya akan dibagi kepada anggota yang notabene adalah warga desa itu sendiri. Tujuannya adalah agar pemahaman berkoperasi dapat tertanam dengan benar. Kopdes Merah Putih dibangun dengan prinsip prudent, bukan bantuan cuma-cuma.

- Bottom Ads -