Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat dalam pelaksanaan dua upacara besar di wilayah Tabanan. Hal itu disampaikannya saat menghadiri persembahyangan di dua lokasi berbeda pada Minggu (4/5), yakni di Desa Lalanglinggah dan Desa Kelating.
Upacara pertama yang diikuti Bupati Sanjaya adalah Pujawali di Pura Luhur Pucak Bukit Rangda, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat. Setelah itu, ia melanjutkan kunjungan ke Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan, untuk mengikuti rangkaian Karya Dewa Yadnya berupa Caru Manca Kelud, Melaspas, dan Ngenteg Linggih di Pura Beten Bingin, Banjar Dinas Dangin Pangkung. Puncak karya di lokasi kedua ini dijadwalkan berlangsung pada 13 Mei mendatang.
Dalam kunjungannya, Bupati Sanjaya hadir bersama Wakil Bupati I Made Dirga, anggota DPRD Tabanan, Sekda, hingga jajaran perangkat daerah. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap pelestarian adat dan budaya Bali yang kental dengan nilai spiritual.
“Saya sangat mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat. Karya seperti ini tidak bisa diukur dengan materi, karena dibangun atas dasar ketulusan, lascarya, dan sradha bhakti. Itulah yadnya yang satwika, penuh kesucian,” kata Sanjaya.
Ia juga menambahkan bahwa semangat kebersamaan yang tercermin dalam upacara adat seperti ini harus terus dijaga sebagai bagian dari jati diri masyarakat Tabanan. Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendampingi dan mendukung kegiatan adat yang menjadi warisan budaya Bali.

Sementara itu, Bendesa Adat Kelating, Dewa Made Maharjana, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan dari jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan. Menurutnya, perhatian pemerintah menjadi penyemangat tersendiri bagi masyarakat dalam menuntaskan karya besar ini.
Selain upacara persembahyangan, kegiatan juga diwarnai dengan berbagai bentuk ngayah seperti tarian sakral, persembahan seni, dan kegiatan mereresik (membersihkan area pura) yang melibatkan Bupati, istri, dan warga sekitar. Semua ini menjadi gambaran nyata tentang kuatnya nilai gotong royong, spiritualitas, dan kebudayaan di tengah masyarakat Tabanan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap semangat pelestarian adat dan budaya terus tumbuh dalam setiap sendi kehidupan masyarakat, sebagai bagian dari visi “Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM).”
















