Top Ads



Denpasar (Tim Redaksi) – Wakil Gubernur (Wagub) Bali I Nyoman Giri Prasta meminta para petani di Kabupaten Jembrana memanfaatkan bantuan sosial penguatan ekonomi secara optimal untuk pemulihan usaha tani yang terdampak kekeringan dan gagal panen.

“Ini program dari Pemprov Bali, semoga bantuan ini dapat mengurangi beban masyarakat petani yang terdampak gagal panen,” ucap Giri Prasta melalui siaran pers yang diterima di Denpasar, Minggu.

- Inline Ads -

Adapun bantuan tersebut disalurkan Pemprov Bali kepada 27 petani dari tiga kelompok tani, yakni Subak Peh, Subak Pangkung Buluh, dan Subak Tegal Jati di Kecamatan Negara.

Wagub Giri menyerahkan bantuan secara simbolis kepada empat perwakilan petani, yaitu I Ketut Kaler sebesar Rp20 juta, I Ketut Waca Rp15,6 juta, I Ketua Malya Rp8,9 juta, serta I Made Winata Rp8,4 juta.

Ia menegaskan melalui bantuan sosial ini pemerintah hadir untuk membantu meredam kerugian petani yang mengalami gagal panen sekaligus mengapresiasi ketangguhan masyarakat subak dalam mempertahankan kedaulatan pangan di tengah keterbatasan air.

“Pemerintah hadir untuk membantu meringankan kerugian yang dialami petani, kami tidak ingin para petani yang sudah bekerja keras justru menghadapi kesulitan tanpa mendapatkan perhatian,” tuturnya.

Selain menyerahkan bantuan langsung, Wagub Bali mendorong konservasi sumber daya air melalui gerakan penanaman pohon di hulu Bendungan Benel dan Bendungan Palasari agar pasokan air irigasi dapat terjaga secara berkelanjutan.

“Di sini ada Bendungan Benel dan Bendungan Palasari, kita harus mulai melakukan penanaman pohon yang mendukung kelestarian sumber air di kawasan hulu bendungan, ini untuk kepentingan jangka panjang bagi anak cucu dan generasi mendatang,” ujarnya.

Langkah pelestarian hulu sendiri diselaraskan dengan nilai kearifan lokal perayaan Tumpek Uduh, sementara persoalan kelayakan harga panen disinergikan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

“Ini tanggung jawab pemerintah untuk menjaga kedaulatan pangan, sesuai arahan Bapak Presiden Republik Indonesia kami akan berupaya menjaga agar harga hasil pertanian tidak jatuh saat musim panen,” kata Giri Prasta.

Pada sesi dialog, masyarakat subak menyampaikan sejumlah kendala lapangan mulai dari penurunan debit irigasi, kerusakan saluran pengairan, hingga sulitnya memperoleh solar untuk operasional sumur bor.

“Kami berharap sumur bor yang ada dapat diperbaiki dan menggunakan tenaga listrik, selama ini penggunaan bahan bakar solar menjadi kendala karena sulit diperoleh,” ujar salah seorang penerima bantuan bernama I Ketut Waca.

Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026

- Bottom Ads -