Top Ads

Tabanan – Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., mengajak masyarakat menjaga keharmonisan alam Bali melalui penguatan sradha bhakti serta pelestarian adat dan budaya. Ajakan tersebut disampaikan saat persembahyangan bersama dalam rangka Rahina Tumpek Wayang di Padmasana Kantor Bupati Tabanan, Sabtu (10/10).

Persembahyangan dihadiri Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, para Asisten dan kepala perangkat daerah, ribuan ASN dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, serta para pemangku PSN Kabupaten Tabanan.

Rahina Tumpek Wayang yang jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Wayang dan diperingati setiap 210 hari menjadi momentum untuk menjaga keseimbangan dan keharmonisan alam Bali, baik secara sekala maupun niskala. Peringatan ini juga berkaitan dengan upaya menjaga masyarakat, lingkungan, dan kelestarian budaya Bali. Persembahyangan bersama tersebut sekaligus menjadi wujud pelaksanaan swadharma negara dan swadharma agama oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan.

- Inline Ads -

“Hari ini, kami di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan swadharma negara dan swadharma agama melalui persembahyangan bersama pada Rahina Tumpek Wayang, yang jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Wayang dan diperingati setiap 210 hari. Juga bertujuan dalam rangka Nangun Sat Kerthi Loka Bali, menjaga keharmonisan Jagat Bali secara sekala dan niskala, menjaga krama, alam lingkungan dan budaya,” ujar Sanjaya.

Ia menjelaskan, persembahyangan pada Tumpek Wayang merupakan wujud sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi-Nya sebagai Ida Bhatara Iswara, yang berkaitan dengan kesenian dan cahaya. Melalui persembahyangan ini, diharapkan cahaya suci dapat menerangi kehidupan, menghilangkan kegelapan, serta memberikan kerahayuan bagi masyarakat Tabanan dan Bali.

Sanjaya juga mengajak seluruh masyarakat sedharma di Kabupaten Tabanan untuk melaksanakan persembahyangan pada Rahina Tumpek Wayang sebagai bentuk doa dan bhakti. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memohon keselamatan, keseimbangan, dan keharmonisan dalam kehidupan, sekaligus memperkuat komitmen menjaga nilai-nilai spiritual dan kelestarian budaya Bali.

Melalui momentum Rahina Tumpek Wayang, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap semangat kebersamaan dalam menjalankan swadharma negara dan swadharma agama semakin kuat. Selain mempertebal sradha bhakti, peringatan ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur budaya Bali serta keharmonisan hubungan antara manusia, alam, dan lingkungan demi mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM).

- Bottom Ads -