Tabanan – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., didampingi Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, S.Sos., menghadiri persembahyangan bersama dan penandatanganan prasasti dalam rangka Karya Ngenteg Linggih, Wraspati Kalpa, Mupuk Pedagingan lan Tawur Balik Sumpah ring Pura Mundak Sari, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, Senin (12/10). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya mengapresiasi semangat gotong royong dan ngayah 263 kepala keluarga (KK) krama Banjar Adat Kerti Wimbha Bongan Kauh yang terlibat dalam menyukseskan karya tersebut.
Upacara nyalarin itu turut dihadiri anggota DPRD Provinsi Bali, Kelompok Ahli Pemerintah Kabupaten Tabanan, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, jajaran perangkat daerah terkait, Camat Tabanan, Pelaksana Tugas (Plt.) Perbekel Bongan, Jero Bendesa Adat Bongan Puseh, serta para pemangku dan krama adat setempat.
Bupati Sanjaya menyampaikan bahwa kemuliaan sebuah karya suci tidak hanya tercermin dari kemegahan upacara, tetapi juga dari perubahan perilaku umat menuju kehidupan yang lebih baik. Ia mengajak krama memaknai pelaksanaan karya keagamaan sebagai momentum untuk memperkuat sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, mempererat persaudaraan, serta menjaga keharmonisan berdasarkan prinsip Tri Hita Karana.
“Kemuliaan sebuah karya suci tidak hanya tercermin dari kemegahan upacaranya, tetapi juga dari perubahan perilaku umatnya menuju kehidupan yang lebih baik,” tegas Bupati Sanjaya.
Menurutnya, pelaksanaan karya tersebut juga mencerminkan kebersamaan dan ketulusan krama dalam menjaga warisan leluhur. Penandatanganan prasasti diharapkan menjadi penanda sejarah sekaligus simbol bhakti dan kebersamaan yang dapat diwariskan kepada generasi penerus.

Bupati Sanjaya juga mengajak seluruh krama untuk senantiasa menjaga kesucian, kebersihan, dan kelestarian Pura Mundak Sari. Selain menjadi tempat persembahyangan, pura tersebut memiliki peran penting sebagai pusat pelestarian adat dan budaya Bali.
Karya yang puncaknya berlangsung pada Minggu (11/10) itu dipuput oleh Ida Peranda Buda dari Griya Jadi dan Ida Peranda Siwa dari Griya Kesiut Kawan. Pemerintah Kabupaten Tabanan turut memberikan dukungan melalui dana hibah. Sebelumnya, pada 2024, pemerintah daerah juga telah mengalokasikan bantuan untuk pembangunan Gedong Simpen Pura Mundak Sari.
Bupati Sanjaya berharap semangat menyama braya, gotong royong, dan ngayah terus dipertahankan sebagai kekuatan dalam menjaga kehidupan adat dan keagamaan di Tabanan. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM), dengan tetap berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal Bali.
















