Top Ads

Tabanan – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., mengapresiasi semangat gotong royong dan ketulusan krama Desa Adat Kembang Merta dalam melaksanakan Karya Pelebon Sawa Prateka lan Memukur. Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri rangkaian upacara di Bale Subak Abian Taman Giri Merta, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Senin (12/10).

Kehadiran Bupati Sanjaya turut didampingi Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga. Acara tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, kepala perangkat daerah terkait, Camat Baturiti beserta unsur Forkopimcam, pimpinan DTW Ulun Danu dan The Blooms, perbekel, bendesa adat, serta masyarakat setempat.

Karya Pitra Yadnya ini diikuti 26 sawa dengan biaya Rp16 juta per sawa, termasuk 14 sawa ngelangkir dan empat sawa ngelungah. Rangkaian kegiatan juga mencakup Manusa Yadnya berupa upacara metatah yang diikuti 58 orang dengan biaya Rp300 ribu per orang, serta nelubulanin atau mepetik yang diikuti 16 orang.

- Inline Ads -

Pelaksanaan karya tersebut melibatkan masyarakat dari 480 kepala keluarga dan mencapai puncaknya pada Selasa (13/10). Seluruh rangkaian upacara dipuput oleh Ida Pedanda dari Griya Bukit Kembang Merta.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tabanan senantiasa mendukung pelaksanaan yadnya sebagai bagian dari upaya menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat. Dukungan tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah dan semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Esensi yadnya tidak diukur dari besarnya materi yang dihabiskan, melainkan dari ketulusan, keikhlasan, dan semangat gotong royong krama dalam melaksanakannya. Seberat apa pun yadnya, jika dilaksanakan bersama-sama, pasti dapat diselesaikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Sanjaya menjelaskan bahwa pelaksanaan yadnya merupakan wujud tanggung jawab umat Hindu dalam menjalankan ajaran Tri Rna, khususnya membayar utang kepada leluhur dan orang tua. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan budaya sebagai bagian dari keharmonisan sekala dan niskala serta penerapan nilai Tri Hita Karana.

Menurutnya, yadnya yang dilaksanakan dengan tulus, didukung semangat gotong royong, dipuput oleh sulinggih, dan disaksikan murdaning jagat, dalam hal ini unsur pemerintah, akan menjadi karya yang satwika atau utamaning utama. Karena itu, kehadiran dan dukungan pemerintah daerah dalam kegiatan keagamaan menjadi bagian dari komitmen menjaga adat, tradisi, dan kehidupan spiritual masyarakat Tabanan.

Sementara itu, Ketua Panitia I Nyoman Widastra menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Bupati Tabanan beserta jajaran dalam pelaksanaan karya tersebut. Ia mengapresiasi perhatian pemerintah daerah yang senantiasa mendukung kegiatan adat dan keagamaan masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Tabanan beserta jajaran yang telah hadir sebagai murdaning jagat sekaligus memberikan dukungan dalam pelaksanaan Karya Pitra Yadnya ini,” ungkapnya.

- Bottom Ads -