Top Ads



Badung (Tim Redaksi) – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali menilai kawasan Sanur, Denpasar, saat ini menjadi destinasi pariwisata paling unggul di Pulau Dewata berkat kualitas sumber daya manusia (SDM) serta tingginya kesadaran masyarakat setempat dalam mengelola pariwisata.

“Sanur saya apresiasi, sebab kondisi Sanur sekarang tumbuh tidak lepas dari masyarakat, kesadaran masyarakatnya sangat tinggi, kemudian keinginan masyarakat yang nota bene adalah orang-orang pariwisata di sana, pelaku-pelaku pariwisata,” kata Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace di Kabupaten Badung, Rabu.

- Inline Ads -

Ia menjelaskan, meski sebagian besar pelaku pariwisata di sana tidak memiliki hotel-hotel besar, mereka sudah memiliki pemahaman yang matang mengenai industri pariwisata serta mengetahui secara pasti apa yang ingin dipariwisatakan.

Pemahaman mendalam inilah yang kemudian disampaikan kepada pemerintah daerah.

PHRI Bali melihat kesuksesan Sanur juga tidak lepas dari Pemerintah Kota Denpasar yang berhasil menangkap aspirasi tersebut sehingga terjalin kolaborasi yang sangat baik antara masyarakat dan pemerintah.

“Usulan masyarakat tentu berdampak kepada tanggung jawab masyarakat untuk menjaga apa yang mereka usulkan, sangat baik sekali saya harapkan daerah-daerah lain, pemerintah daerah lain juga bisa belajar dari Sanur, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat memberikan tingkat kepuasan yang lebih bagus pada wisatawan tentunya,” ujar Cok Ace.

Berkat sinergi yang kuat tersebut, PHRI Bali mencatatkan kawasan Sanur kini sukses mengungguli kawasan-kawasan pariwisata lainnya di Bali.

Hal ini dibuktikan dengan tingkat okupansi atau keterisian kamar pada akomodasi di bawah PHRI yang sangat tinggi dan stabil di tengah berbagai dinamika pariwisata saat ini.

“Sanur di atas 80 persen atau mencapai 85 persen keterisiannya, kalau kita ngomong industri bisa 90 persen, jadi sanur menggungguli, paling unggul di Bali saat ini,” tuturnya.

Cok Ace menyampaikan berkat faktor SDM dan kolaborasi pemerintah daerah ini, Sanur memberi contoh tren pariwisata berkualitas di Bali.

Arah pariwisata ini juga sedang berjalan di seluruh kabupaten/kota se-Bali, hal ini tercermin dari semakin ketatnya penegakan aturan oleh pemerintah terhadap berbagai bentuk pelanggaran etika maupun perundang-undangan lalu lintas.

“Yang paling menentukan, yang paling kelihatan perubahannya dengan makin ketatnya pemerintah menegakkan peraturan, pelanggaran-pelanggaran etika ataupun lalu lintas ini ketat sekali, sudah berapa puluhan orang itu yang dideportasi setiap bulannya,” kata Cok Ace.

Pertumbuhan positif pariwisata berkualitas ini juga tercermin dari data okupansi bulanan secara umum.

Meski di bawah kondisi Sanur, aktivitas kunjungan pada Agustus tercatat lebih baik dibanding bulan-bulan sebelumnya, adapun tingkat keterisian kamar pada September ini juga masih mampu bertahan di atas 68 persen dirata-rata seluruh Bali.

Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026

- Bottom Ads -