Tabanan – Semangat pelestarian seni, budaya, dan pariwisata kembali hadir melalui Tanah Lot Art and Food Festival VII Tahun 2026 di Wantilan DTW Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Jumat (28/8). Mewakili Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, hadir sekaligus membuka festival yang mengusung tema “Samudra Sakti Raksanam Jagat Samyaya”, bermakna menjaga kekuatan samudra menuju keharmonisan dan keseimbangan alam semesta.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Ketua beserta anggota DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda Tabanan, Asisten Setda Kabupaten Tabanan, kepala perangkat daerah terkait, Manajer DTW Tanah Lot, Ketua Forum Perbekel dan Perbekel Desa Beraban, Bendesa Adat Beraban, serta tokoh masyarakat setempat. Pelaksanaan festival menjadi momentum untuk memperkenalkan dan mengangkat potensi seni, budaya, serta pariwisata yang dimiliki Kabupaten Tabanan.
Berpusat di kawasan Tanah Lot sebagai salah satu destinasi wisata unggulan, kegiatan tahunan ini diharapkan menjadi ruang pertemuan berbagai potensi kreatif masyarakat dengan wisatawan. Menyampaikan arahan Bupati Tabanan, Wabup Dirga mengapresiasi penyelenggaraan Tanah Lot Art and Food Festival VII Tahun 2026 yang dinilai memiliki peran dalam menjaga keberadaan seni dan budaya lokal agar tetap tumbuh di tengah masyarakat.
“Festival seperti ini bukan hanya tentang hiburan, tetapi bagaimana kita bersama-sama menjaga seni, budaya dan tradisi yang kita miliki. Tanah Lot memiliki daya tarik yang luar biasa, sehingga keberadaan festival ini harus kita manfaatkan untuk memperkenalkan potensi Tabanan kepada masyarakat yang lebih luas,” ujar Dirga.

Dirga menambahkan, pengembangan pariwisata di Tabanan perlu berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat. Keberadaan destinasi wisata diharapkan mampu memberikan manfaat bagi pelaku seni, UMKM, ekonomi kreatif, dan masyarakat lokal.
“Pariwisata harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Ketika wisatawan datang, tentu yang kita harapkan bukan hanya menikmati keindahan alam dan budaya, tetapi juga ada pergerakan ekonomi masyarakat, UMKM dan pelaku ekonomi kreatif. Ini yang harus terus kita dorong bersama,” imbuh Dirga.
Festival tersebut juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas dan potensi seni budaya yang dimiliki. Dengan kemasan kegiatan yang menarik, Tanah Lot Art and Food Festival diharapkan dapat memberikan pengalaman bagi wisatawan sekaligus memperkuat citra Tanah Lot sebagai salah satu ikon pariwisata Kabupaten Tabanan.
“Saya berharap Tanah Lot Festival ini dapat terus berkembang dan menjadi agenda yang memberikan manfaat bagi semua. Mari kita jaga bersama kebersihan, keamanan, kenyamanan dan tentunya kesakralan kawasan Tanah Lot. Dengan kebersamaan, kita bisa menjadikan pariwisata Tabanan semakin maju tanpa meninggalkan akar budaya yang kita miliki,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Tabanan menegaskan akan terus mendukung berbagai kegiatan positif yang mampu memperkuat sektor pariwisata sekaligus menjaga identitas budaya daerah.
















