Top Ads



Mataram (Tim Redaksi) – Kemunculan ikan oarfish yang dikenal sebagai “ikan kiamat” yang ditemukan terdampar di Pantai Pink, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Selasa (25/8) diduga terkait perubahan iklim yang terjadi di Samudera Hindia.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB Muslim mengatakan kemunculan ikan oarfish di Nusa Tenggara Barat termasuk yang sangat langka terjadi. Namun, kemunculannya ada kaitan dengan suhu, cuaca, hingga perubahan iklim di Samudra Hindia.

- Inline Ads -

“Ikan ini hidupnya di laut dalam, itu mungkin bisa terjadi karena ada perubahan suhu di perairan Samudera Hindia,” ujar Muslim di Mataram, Rabu.

Menurut dia, perubahan suhu air laut yang diasumsikan menyebabkan kemunculan ikan oarfish di Pantai Pink itu juga bisa jadi disebabkan oleh cuaca hingga gempa bumi.

“Perubahan suhu kan bisa terjadi karena ada gempa juga. Nah kebetulan kemarin baru selesai gempa di NTT. Kita ini kan sepanjang wilayah selatan kan Samudera Hindia semuanya, satu lempeng dengan NTT juga ini,” terangnya.

Oleh karena itu, kata Muslim, kemunculan ikan oarfish diasumsikan bahwa ikan itu muncul kemungkinan diindikasikan terkait dampak gempa bumi yang terjadi di NTT.

“Bisa saja itu di asumsi-kan kemunculan ikan itu karena ada indikasi terkait gempa NTT kemarin, namun untuk membuktikan perlu ada kajian ilmiah, penelitian lagi,” tegas Muslim.

Meski demikian, ia tidak menampik kemunculan ikan itu memang sering dikaitkan oleh banyak orang dengan mitos akan ada musibah. Namun, kata dia, mitos itu belum dapat dibuktikan secara ilmiah.

“Karena mitos ini kan belum terbukti secara ilmiah. Kita doakan mudah-mudahan tidak terjadi,” ujarnya.

Pewarta: Nur ImansyahEditor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026

- Bottom Ads -