Top Ads



Jakarta (Tim Redaksi) – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa ekonomi Bali dan Nusa Tenggara (Nusra) mencatatkan pertumbuhan tertinggi di antara seluruh wilayah pada triwulan II 2026, yakni sebesar 6,10 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Kemudian, pertumbuhan tertinggi disusul oleh Pulau Jawa sebesar 5,65 persen (yoy) serta Sulawesi sebesar 5,53 persen (yoy). Secara nasional, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,29 persen (yoy).

- Inline Ads -

“Pertumbuhan ekonomi di Pulau Bali dan Nusa Tenggara, Jawa, serta Sulawesi di atas pertumbuhan nasional,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Dari sisi distribusi atau kontribusi terhadap PDB, Pulau Jawa masih menjadi kontributor terbesar terhadap perekonomian nasional dengan pangsa sebesar 56,47 persen, diikuti oleh Pulau Sumatra sebesar 22,50 persen.

Sementara itu, dari sisi sumber pertumbuhan, pendorong utama pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatra adalah perdagangan, industri pengolahan dan pertanian. Provinsi yang memberikan andil pertumbuhan ekonomi terbesar di wilayah ini adalah Sumatera Utara dengan andil 1,17 persen.

Di Pulau Jawa, sumber pertumbuhan utama berasal dari industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi. Adapun provinsi dengan andil pertumbuhan ekonomi terbesar adalah DKI Jakarta sebesar 1,55 persen.

Sumber pertumbuhan utama di Pulau Bali dan Nusa Tenggara berasal dari pertambangan, perdagangan dan administrasi pemerintahan. Bali menjadi provinsi dengan andil pertumbuhan ekonomi terbesar di kawasan tersebut, yakni 2,77 persen.

Selanjutnya, di Pulau Kalimantan, sumber pertumbuhan utama berasal dari industri pengolahan, perdagangan dan pertambangan. Provinsi dengan andil pertumbuhan ekonomi terbesar adalah Kalimantan Timur sebesar 1,76 persen.

Pewarta: Rizka KhaerunnisaEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026

- Bottom Ads -